KLIK SAJA - Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, menyerukan agar dilakukan negosiasi lanjutan daripada memperburuk konflik antara Israel dan Iran.
Seruan terbaru ini disampaikan di tengah pertimbangan Presiden Donald Trump untuk bergabung dalam serangan Israel.
Meski Trump telah menyetujui rencana serangan, ia belum mengambil keputusan final.
Hal ini menimbulkan kebingungan bagi para pengamat militer, karena jika tidak, eskalasi pertempuran makin tak memiliki arah yang jelas.
Menanggapi laporan yang menyebutkan bahwa nasihat militer menyarankan agar keterlibatan militer Inggris dibatasi pada dukungan defensif, Sir Keir mengatakan bahwa "isu nuklir memang perlu ditangani, tetapi lebih baik diselesaikan melalui jalur negosiasi daripada konflik."
Saat didesak mengenai kemungkinan nasihat hukum dari Lord Hermer, perdana menteri menegaskan bahwa “nasihat dari Jaksa Agung tidak pernah diungkapkan oleh pemerintahan manapun,” namun ia menambahkan bahwa “prinsip dasarnya adalah de-eskalasi.”
Sir Keir juga menambahkan, “Kita semua sangat khawatir terhadap program nuklir yang sedang dikembangkan oleh Iran.
Kami juga mengakui hak Israel untuk membela diri,” sambungnya. “Kita perlu meredakan ketegangan. Risiko eskalasi di kawasan ini sangat nyata.”
Dengan meningkatnya spekulasi tentang kemungkinan keterlibatan Inggris jika Amerika Serikat memutuskan untuk campur tangan, Partai Konservatif menyatakan bahwa mereka akan mendukung pemerintah dalam membantu AS terkait konflik dengan Iran.
AS kemungkinan ingin menggunakan pangkalan militer Inggris di Diego Garcia, Samudra Hindia, sebagai lokasi peluncuran pembom siluman B-2 milik Amerika.
Pesawat ini dikenal sebagai "pembom penghancur bunker" yang diyakini mampu menghancurkan fasilitas pengayaan nuklir bawah tanah Iran di Fordo.
Israel membenarkan tindakannya dengan mengklaim bahwa program senjata nuklir Iran merupakan ancaman "segera" dan "eksistensial", meskipun Iran menegaskan bahwa program tersebut bersifat damai.
Kedua negara telah saling menyerang selama beberapa hari terakhir setelah serangan udara yang menurut pihak Tel Aviv bertujuan mencegah Iran mengembangkan senjata nuklir.
Tahun lalu, Inggris membantu Israel dalam menghadapi serangan rudal dan drone dari Iran selama konfrontasi di kawasan.