internasional

Sadis dan Brutal! Sebelas Warga Palestina Tewas Ditembak Tentara Israel Saat Antre Bantuan Makanan di Gaza Tengah

Kamis, 19 Juni 2025 | 14:33 WIB
Humanitarian Food Aid Queue in Gaza (The Conversation)

WFP menambahkan: “Hanya dengan skala distribusi makanan yang masif, situasi dapat distabilkan, kecemasan dapat diredam, dan kepercayaan masyarakat dapat dibangun kembali. Saat ini sangat dibutuhkan jalur konvoi yang aman dan andal, izin distribusi yang lebih cepat, komunikasi yang stabil, dan pembukaan lebih banyak jalur perbatasan.”

Pada Selasa pagi, setidaknya 59 warga Palestina tewas dan ratusan lainnya terluka di Khan Younis saat menunggu truk yang membawa tepung.

Dalam beberapa pekan terakhir, banyak insiden serupa terjadi, di mana pasukan Israel menembaki kerumunan yang mencoba mengakses bantuan dari Gaza Humanitarian Foundation (GHF), organisasi swasta yang mulai beroperasi bulan lalu dengan dukungan Israel dan AS.

Israel berharap GHF dapat menggantikan sistem distribusi bantuan yang sebelumnya dijalankan PBB — yang menurut mereka dimanfaatkan Hamas untuk mencuri bantuan.

Namun, PBB dan lembaga bantuan besar menolak sistem baru ini, menyebutnya tidak praktis, tidak memadai, dan tidak etis. Mereka juga membantah tudingan bahwa Hamas mencuri bantuan secara luas.

Menurut pejabat kemanusiaan di Gaza, bantuan dari GHF sejauh ini sangat tidak mencukupi.

Mereka juga menolak bekerja sama dengan GHF karena meyakini program itu lebih bertujuan mendukung kepentingan militer Israel.

Israel memulai serangannya ke Gaza setelah serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 di Israel selatan yang menewaskan sekitar 1.200 orang — sebagian besar warga sipil — dan menyandera 251 orang.

Saat ini, militan Hamas masih menahan 53 sandera, kurang dari separuh yang selamat setelah sebagian besar dibebaskan dalam kesepakatan gencatan senjata.

Kementerian Kesehatan Gaza menyatakan pada Selasa bahwa 5.194 orang telah tewas sejak Israel melanjutkan serangan besar-besaran pada 18 Maret, setelah gencatan senjata dua bulan berakhir.

Badan pertahanan sipil Gaza melaporkan 19 orang tewas dalam tiga serangan udara Israel pada Rabu, yang menargetkan rumah dan tenda pengungsi.

Sementara itu, petugas medis menyebutkan korban tewas lebih banyak: sedikitnya 21 orang tewas dalam serangan udara terpisah di kamp pengungsi Maghazi, lingkungan Zeitoun, dan Gaza City. Lima orang lainnya tewas di sebuah kamp pengungsian di Khan Younis.

Total korban tewas di Gaza sejak perang dimulai telah mencapai 55.493 jiwa, menurut data terbaru dari Kementerian Kesehatan Gaza.***

Halaman:

Tags

Terkini