Sadis dan Brutal! Sebelas Warga Palestina Tewas Ditembak Tentara Israel Saat Antre Bantuan Makanan di Gaza Tengah

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Kamis, 19 Juni 2025 | 14:33 WIB
Humanitarian Food Aid Queue in Gaza (The Conversation)
Humanitarian Food Aid Queue in Gaza (The Conversation)

KLIK SAJA – Kurang lebih sebanyak sebelas warga Palestina tewas pada Rabu pagi setelah pasukan Israel melepaskan tembakan ke arah kerumunan yang tengah menunggu truk bantuan makanan di Gaza Tengah, demikian dilaporkan oleh pejabat pertahanan sipil di wilayah yang telah hancur tersebut.

Lebih dari seratus warga Palestina dilaporkan tewas dalam beberapa hari terakhir akibat tembakan militer Israel di Gaza saat mereka berkumpul di dekat pusat distribusi makanan atau berada di jalur yang dilalui truk bantuan.

Juru bicara pertahanan sipil, Mahmoud Bassal, mengatakan bahwa pasukan Israel “melepaskan tembakan dan menembakkan beberapa peluru ke arah ribuan warga” yang berkumpul untuk mengantre makanan di dekat koridor strategis Netzarim yang membelah wilayah Gaza dan sebagian dikuasai pasukan Israel.

Dalam pernyataannya, militer Israel mengatakan bahwa pasukannya yang beroperasi di Gaza Tengah mengidentifikasi “sekelompok individu mencurigakan” yang mendekat “dengan cara yang berpotensi mengancam pasukan.

” Mereka mengklaim hanya melepaskan “tembakan peringatan” dan tidak mengetahui adanya korban.

Namun hal ini dibantah oleh petugas medis yang berada di lapangan.

Juru bicara Rumah Sakit al-Aqsa di Deir al-Balah, Khalil Al-Daqran, menyatakan bahwa 11 jenazah dan 72 korban luka dibawa ke sana dan juga ke Rumah Sakit al-Awda di Nuseirat.

Fasilitas medis kewalahan menangani jumlah korban yang membludak.

Kepala unit gawat darurat RS al-Awda, Nasser Abu Samra, mengatakan: “Ini sudah menjadi rutinitas hampir setiap hari — kami menangani kasus-kasus ini setiap hari, rata-rata menerima tak kurang dari 70 hingga 80 pasien dari titik distribusi bantuan di Netzarim.”

Sejak Israel memberlakukan blokade ketat terhadap semua pasokan ke Gaza selama Maret dan April, makanan menjadi sangat langka dan lebih dari dua juta penduduk di sana terancam kelaparan ekstrem.

Setelah blokade sebagian dilonggarkan bulan lalu, PBB mencoba mengirim bantuan, namun menghadapi berbagai hambatan, mulai dari jalan yang tertutup puing, pembatasan militer Israel, serangan udara yang terus berlangsung, hingga kekacauan di lapangan.

Menurut pejabat bantuan, rata-rata hanya 23 truk PBB yang berhasil masuk melalui pos pemeriksaan utama Kerem Shalom dalam beberapa hari terakhir.

Namun sebagian besar truk ini dihentikan atau dijarah oleh warga yang kelaparan atau geng-geng terorganisir.

Program Pangan Dunia (WFP) menyatakan bahwa dalam empat minggu terakhir, hanya 9.000 ton bantuan makanan yang berhasil dikirim ke Gaza — “hanya sebagian kecil dari kebutuhan 2,1 juta orang yang kelaparan.”

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: The Guardian

Tags

Rekomendasi

Terkini

X