internasional

Pemerintah Taliban Larang Permainan Catur dan MMA di Afghanistan

Senin, 12 Mei 2025 | 04:56 WIB
sebuah turnamen Catur di Kandahar, sebelum kedatangan Pemerintah Taliban (AFP)

Dalam dua tahun terakhir, Taliban terus membatasi ruang gerak masyarakat, terutama perempuan, serta menekan kreativitas, olahraga, dan ekspresi.

Alih-alih menciptakan tatanan masyarakat yang religius dan damai, kebijakan-kebijakan mereka justru menebar ketakutan dan membunuh semangat generasi muda.

Yang paling mengkhawatirkan adalah bagaimana tindakan Taliban telah mencemari citra Islam di mata dunia.

Islam yang semestinya dikenal sebagai agama penuh rahmat, ilmu, dan keseimbangan, kini direduksi menjadi simbol keterbelakangan karena disalahpahami oleh pemegang kekuasaan yang menafsirkan syariat secara sempit dan fanatik.

Padahal, sepanjang sejarah, dunia Islam telah melahirkan ilmuwan, filsuf, dan cendekiawan hebat—banyak di antaranya adalah pecatur ulung—yang menjadikan ilmu pengetahuan dan pemikiran rasional sebagai pondasi kejayaan.

Larangan terhadap catur bukan sekadar soal permainan; ini adalah simbol pengekangan terhadap nalar dan kebebasan berpikir.

Dan selama pendekatan represif ini terus diberlakukan, masa depan Afghanistan akan tetap terperangkap dalam bayang-bayang kegelapan dan ketertinggalan.

Dunia internasional pun semakin menyaksikan bagaimana ideologi yang dibungkus agama dapat menciptakan distorsi besar terhadap nilai-nilai sejati Islam.***

Halaman:

Tags

Terkini