internasional

Puluhan Ribu Pasukan Cadangan Israel Dipanggil ke Gaza, Israel Inginkan Blokade Total!

Senin, 5 Mei 2025 | 04:25 WIB
Ilustrasi Pasukan Cadangan Israel sedang Bersiap ke Gaza (Wikimedia)

KLIK SAJA - Militer Israel mulai memanggil puluhan ribu pasukan cadangan untuk “mengintensifkan dan memperluas” operasi mereka di Gaza.

Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa mereka sedang “meningkatkan tekanan” dengan tujuan mengembalikan para sandera yang ditahan di Gaza serta mengalahkan militan Hamas.

Namun, para kritikus mengatakan bahwa serangan militer terbaru, setelah gencatan senjata sebelumnya gagal, belum berhasil menjamin pembebasan para sandera, dan mempertanyakan tujuan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dalam konflik ini.

Dalam rencana tersebut, militer menyatakan akan beroperasi di wilayah-wilayah baru dan “menghancurkan seluruh infrastruktur” baik di atas maupun di bawah tanah.

Kabinet keamanan Israel diperkirakan akan menyetujui perluasan operasi militer saat mereka bersidang pada hari Minggu.

Negosiasi internasional belum berhasil mencapai kesepakatan baru mengenai gencatan senjata dan pembebasan 59 sandera yang masih ditahan oleh Hamas — 24 di antaranya diyakini masih hidup.

Sejak Israel kembali melanjutkan serangan pada 18 Maret setelah runtuhnya gencatan senjata dua bulan dengan Hamas, belum ada sandera Israel yang dibebaskan.

Sejak saat itu, Israel telah merebut sebagian besar wilayah Gaza, menyebabkan ratusan ribu warga Palestina kembali mengungsi.

Israel menyatakan bahwa tujuannya adalah untuk memberi tekanan terhadap Hamas, termasuk melalui blokade bantuan kemanusiaan yang telah berlangsung lebih dari dua bulan.

Lembaga-lembaga bantuan, yang melaporkan kekurangan akut makanan, air, dan obat-obatan, menyebut kebijakan tersebut sebagai bentuk kelaparan yang disengaja dan bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang — tuduhan yang dibantah oleh Israel.

Serangan yang diperluas ini akan semakin membebani pasukan cadangan yang telah kelelahan, beberapa di antaranya telah dipanggil lima hingga enam kali sejak perang dimulai.

Hal ini juga memicu kekhawatiran dari keluarga para sandera yang mendesak pemerintah untuk mencapai kesepakatan dengan Hamas, karena mereka percaya itu satu-satunya cara untuk menyelamatkan yang masih hidup.

Langkah ini juga memunculkan kembali pertanyaan mengenai niat sebenarnya Netanyahu di Gaza.

Ia kerap dituduh oleh keluarga sandera dan para penentangnya sebagai pihak yang menghambat negosiasi kesepakatan, dan memperpanjang perang demi kepentingan politik — tuduhan yang ia bantah.

Halaman:

Tags

Terkini