Puluhan Ribu Pasukan Cadangan Israel Dipanggil ke Gaza, Israel Inginkan Blokade Total!

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 5 Mei 2025 | 04:25 WIB
Ilustrasi Pasukan Cadangan Israel sedang Bersiap ke Gaza (Wikimedia)
Ilustrasi Pasukan Cadangan Israel sedang Bersiap ke Gaza (Wikimedia)

Hampir 19 bulan sejak perang dimulai, Netanyahu pun belum memaparkan rencana “setelah perang” secara resmi.

Pada Jumat lalu, menurut media lokal, militer telah menyampaikan rencana serangan bertahap di Gaza kepada Netanyahu.

Dalam beberapa minggu terakhir, ribuan pasukan cadangan menandatangani surat yang menuntut agar pemerintah Netanyahu menghentikan pertempuran dan fokus pada upaya mencapai kesepakatan untuk memulangkan para sandera.

Pada Sabtu malam, aksi protes kembali mewarnai berbagai kota di Israel, menuntut diakhirinya konflik.

Di Tel Aviv, seorang ibu dari sandera yang masih ditawan menyebut perang ini sebagai “perang yang sia-sia.”

Militer Israel pada Minggu menyatakan bahwa dua tentara Israel kembali tewas dalam pertempuran di Gaza.

Sebelumnya pada hari yang sama, sebuah rudal yang ditembakkan dari Yaman oleh kelompok Houthi yang didukung Iran jatuh di dekat terminal utama Bandara Ben Gurion, Israel.

Netanyahu berjanji akan membalas serangan tersebut.

Kelompok Houthi kemudian menanggapi rencana baru Israel di Gaza dengan mengancam akan memberlakukan “blokade udara” terhadap Israel dengan terus menyerang bandara-bandara negara tersebut.

Sementara itu di Gaza, Kementerian Kesehatan yang dikelola Hamas melaporkan bahwa hingga pukul 11:05 waktu setempat (09:05 BST) pada hari Minggu, sebanyak 40 orang tewas dalam 24 jam terakhir, dan 125 lainnya luka-luka.

Militer Israel meluncurkan kampanye penghancuran Hamas sebagai respons terhadap serangan lintas batas yang belum pernah terjadi sebelumnya pada 7 Oktober 2023, yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menyebabkan 251 lainnya disandera.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas, setidaknya 52.535 warga Palestina telah tewas selama perang yang berlangsung hingga kini.

Dari jumlah tersebut, 2.436 orang tewas sejak 18 Maret, saat Israel kembali melancarkan ofensif di Jalur Gaza, menurut data kementerian tersebut.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: BBC

Tags

Rekomendasi

Terkini

X