internasional

Gencatan Senjata Israel-Palestina Bubar! Militer Zionis Serang Gaza, Tewaskan Ratusan Warga, Ramadan Kelam di Tanah Para Nabi

Kamis, 20 Maret 2025 | 11:53 WIB
Warga Beit Hanoun Gaza harus mengungsi setelah Zionis melanggar gencatan senjata (REuters)

KLIK SAJA - Serangan udara Israel yang menghantam Gaza pada hari Selasa menewaskan lebih dari 400 orang, menurut otoritas kesehatan Palestina.

Serangan ini tentunya mengakhiri hampir dua bulan ketenangan sejak gencatan senjata dimulai. Israel menyatakan bahwa serangan ini "baru permulaan," sementara konflik antara Israel dan kelompok militan Palestina, Hamas, kembali memanas.

Gencatan senjata yang telah berlaku sejak Januari lalu sempat memberikan jeda perang bagi 2,3 juta penduduk Gaza, yang hidup di tengah reruntuhan dan kehancuran akibat konflik berkepanjangan.

Namun, ketenangan itu kini telah berakhir. Hamas, yang masih menahan 59 dari sekitar 250 sandera yang ditangkap dalam serangan 7 Oktober 2023, menuduh Israel membahayakan upaya mediator untuk merundingkan kesepakatan permanen guna mengakhiri pertempuran.

Walau demikian, Hamas tidak mengancam akan melakukan pembalasan secara langsung.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan bahwa serangan ini dilakukan karena Hamas menolak proposal untuk memperpanjang gencatan senjata.

Netanyahu juga menghimbau warga Gaza untuk menjauh dari zona bahaya dan pindah ke daerah yang lebih aman, sambil menyalahkan Hamas atas setiap korban sipil yang jatuh.

Namun, serangan Israel ini justru menghantam rumah-rumah penduduk dan perkemahan tenda dari utara hingga selatan Jalur Gaza.

Saksi mata melaporkan bahwa pesawat Israel menembakkan rudal ke Kota Gaza pada Selasa malam, sementara tank-tank Israel menembaki dari seberang perbatasan.

Otoritas kesehatan Palestina mencatat bahwa 408 orang tewas dalam serangan ini, menjadikannya salah satu jumlah korban tewas terbesar dalam satu hari sejak perang meletus.

Para warga di Beit Hanoun di Jalur Gaza utara dan wilayah timur Khan Younis di selatan terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Dengan membawa barang-barang seadanya, sebagian warga berjalan kaki, sementara yang lain menggunakan mobil atau becak setelah militer Israel memerintahkan mereka untuk mengungsi dari apa yang disebut sebagai "zona pertempuran berbahaya."

Reaksi Internasional

Mesir dan Qatar, yang bersama Amerika Serikat menjadi mediator dalam kesepakatan gencatan senjata, mengutuk serangan Israel.

Halaman:

Tags

Terkini