internasional

Berantemnya Trump dan Zelensky Ternyata Cuma Gimmick, AS Lanjut Terus Beri Bantuan Militer ke Ukraina

Rabu, 12 Maret 2025 | 21:30 WIB
ilustrasi Zelensky dan Trump yang sedang bertengkar (The Atlantic)

KLIK SAJA - Pemerintah Amerika Serikat (AS) akhirnya resmi mencabut pembekuan bantuan militer dan data intelijen kepada Ukraina.

Keputusan ini diambil setelah Kyiv menunjukkan kesediaannya untuk menerima kesepakatan gencatan senjata selama 30 hari dengan Rusia

Langkah ini menandai babak baru dalam hubungan kedua negara yang sempat memanas akibat perdebatan sengit antara Presiden Donald Trump dan Presiden Volodymyr Zelensky.

Wakil Kepala Kantor Kepresidenan Ukraina, Pavlo Palisa, membenarkan bahwa bantuan keamanan dari AS akan dilanjutkan.

Baca Juga: Kocak! Donald Trump Berantem Debat Sengit dengan Zelensky di Gedung Putih

"Saya memastikan bantuan keamanan AS akan dilanjutkan dan dilaksanakan," ujarnya, seperti dikutip oleh Kyiv Independent pada Rabu (12/3/2025).

Pernyataan ini menegaskan bahwa ketegangan antara kedua negara telah mereda, setidaknya untuk sementara waktu.

Ketegangan antara AS dan Ukraina mulai memuncak setelah kunjungan Zelensky ke Gedung Putih pada 28 Februari 2025.

Pada pertemuan tersebut, Zelensky dan Trump terlibat dalam perdebatan panas yang berujung pada pembekuan bantuan militer dan intelijen AS untuk Ukraina.

Insiden ini menimbulkan kekhawatiran besar di Kyiv, terutama mengenai komitmen Washington dalam mendukung Ukraina menghadapi agresi Rusia.

Pembekuan bantuan ini dianggap sebagai langkah keras dari Trump, yang dikenal dengan gaya diplomasinya yang tak terduga.

Namun, banyak pengamat militer yang menduga bahwa insiden ini hanyalah bagian dari strategi negosiasi Trump untuk mendorong Ukraina agar lebih kooperatif dalam upaya perdamaian dengan Rusia.

Untuk meredakan ketegangan, pejabat AS dan Ukraina akhirnya mengadakan pertemuan di Jeddah, Arab Saudi.

Pertemuan ini menghasilkan kesepakatan bahwa Ukraina akan menerima usulan gencatan senjata sementara selama 30 hari dengan Rusia.

Halaman:

Tags

Terkini