Sebagai imbalannya, AS mencabut pembekuan bantuan militer dan intelijen.
Zelensky menyambut baik keputusan ini dan mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada Trump.
"Saya berterima kasih kepada Presiden Trump untuk sikapnya yang konstruktif terhadap pertemuan pejabat kedua negara," ujarnya.
Pernyataan ini menunjukkan bahwa kedua pemimpin telah menemukan titik temu setelah insiden yang sempat memanas.
Washington menegaskan bahwa bantuan militer dan intelijen ini bertujuan untuk memastikan Ukraina tetap memiliki kemampuan bertahan dan mempertahankan kedaulatannya.
Walaupun gencatan senjata telah disepakati, AS tetap berkomitmen untuk mendukung Ukraina dalam jangka panjang.
Kyiv, di sisi lain, terus berupaya mendapatkan jaminan dukungan jangka panjang dari AS.
Ukraina menyadari bahwa gencatan senjata 30 hari ini hanyalah langkah sementara.
Kemudian jika Rusia tidak mematuhi kesepakatan ini, Ukraina siap kembali mempertahankan diri dengan kekuatan penuh.
Dengan gencatan senjata 30 hari, semua pihak kini menunggu langkah selanjutnya dari Rusia.
Apakah Moskow akan mematuhi kesepakatan ini, atau justru mengulangi pola agresifnya, masih menjadi pertanyaan besar.
Namun yang pasti, Ukraina siap untuk segala kemungkinan, dengan dukungan dari sekutu-sekutunya, termasuk AS.***