internasional

Trump Hentikan Bantuan Medis Obat, Ancaman HIV/AIDS, Malaria, dan TBC Diprediksi Meningkat Pesat

Jumat, 31 Januari 2025 | 08:04 WIB
Trump Hentikan Bantuan Medis Obat, Ancaman HIV/AIDS, Malaria, dan TBC Diprediksi Meningkat Pesat (Ilustrasi dampak bahaya pada nyawa banyak orang usai Trump memutuskan menghentikan bantuan obat. (Freepik/rawpixel.com))

KLIK SAJA - Di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump, pemerintahan Amerika Serikat telah mengambil tindakan signifikan dengan menghentikan distribusi obat-obatan esensial yang vital untuk menyelamatkan nyawa pasien yang menderita HIV, malaria, dan tuberkulosis (TBC).

Selain itu, penghentian ini juga mencakup peralatan medis yang diperlukan untuk bayi baru lahir di negara-negara yang sebelumnya mendapatkan dukungan dari Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID).

Langkah ini terungkap setelah para kontraktor dan mitra USAID mulai menerima memo yang memerintahkan penghentian bantuan pada hari Selasa, 28 Januari 2025.

Tindakan ini merupakan bagian dari kebijakan pembekuan dana bantuan luar negeri yang diterapkan sejak Trump kembali menjabat pada 20 Januari 2025.

Baca Juga: Menyibak Pesan Potret Resmi 'First Lady' Melania Trump

Dampak Penghentian Bantuan Obat

Salah satu memo yang dikirimkan ditujukan kepada Chemonics, sebuah perusahaan konsultan besar di Amerika Serikat yang telah menjalin kerja sama dengan USAID dalam penyediaan obat untuk berbagai penyakit di seluruh dunia.

Memo tersebut mencakup kegiatan yang berkaitan dengan HIV, malaria, tuberkulosis, serta distribusi kontrasepsi dan perlengkapan kesehatan untuk ibu dan anak.

“Ini adalah bencana besar,” kata Atul Gawande, mantan kepala kesehatan global di USAID yang baru saja meninggalkan jabatannya.

Baca Juga: Pesawat Air Busan di Korsel Terbakar, Penerbangan Negeri Gingseng Jadi Sorotan

“Sumbangan pasokan obat telah menyelamatkan hidup 20 juta orang yang terinfeksi HIV. Itu berhenti hari ini,” tambah Gawande.

Gangguan dalam distribusi obat berisiko menyebabkan pasien jatuh sakit dan, khusus untuk HIV, dapat meningkatkan penularan virus kepada orang lain.

Selain itu, penghentian pengobatan dapat menyebabkan munculnya strain virus yang resisten terhadap obat.

Menurut Gawande, beberapa mitra USAID juga telah menerima pemberitahuan serupa, yang berarti mereka tidak lagi dapat mengirimkan obat-obatan ke klinik atau membuka fasilitas medis yang sebelumnya didanai oleh AS.

Halaman:

Tags

Terkini