Lantas, apa yang akan dilakukan oleh STY usai ditunjuk sebagai duta Humas Kepolisian di Korsel itu? Berikut ini ulasan selengkapnya.
Kegiatan Sosial di Tengah Istirahat dari Kursi Pelatih
Dalam artikel yang sama, Gukjenews mengungkapkan bahwa STY memiliki tanggung jawab yang cukup berat.
Pelatih berusia 54 tahun tersebut harus mendukung perlindungan bagi kelompok-kelompok rentan, termasuk dalam hal pencegahan kekerasan dalam rumah tangga serta perlindungan untuk anak-anak dan orang tua.
STY merasa bahwa kepolisian di Yeongdeok, yang merupakan kota kelahirannya, telah berupaya keras untuk menciptakan rasa aman bagi masyarakat.
“Berkat usaha keras dari pihak kepolisian, sebagian besar warga dapat menjalani kehidupan dengan aman dan saya akan aktif terlibat dalam kegiatan sebagai duta hubungan masyarakat Kepolisian Yeongdek,” kata STY.
"Untuk melindungi kelompok rentan secara sosial, termasuk remaja di kampung halaman saya," lanjutnya.
Jadi Duta Kepolisian di Kampung Halaman Selama Dua Tahun
Berdasarkan laporan dari Gukjenews, STY hanya memiliki kesepakatan selama dua tahun sebagai duta Humas Kepolisian Yeongdeok, Korsel.
"STY lahir dan besar di Yeongdeok, kota terletak sekitar 300 km dari ibu kota Korea Selatan, Seoul," ungkap Gukjenews terkait pengabdian STY sebagai duta kepolisian di Yeongdeok.
Selain mengabdi untuk kampung halamannya di Korsel, sebelumnya STY juga melakukan aktivitas lain di Indonesia usai tidak lagi menukangi Timnas Indonesia.
Salah satu yang menarik perhatian fans Garuda, yakni aktivitas bermain film yang dilakukan STY, pada 20 Januari 2025.
Begini ungkapan sang pelatih saat menjadi cameo alias pemeran tamu di sebuah film Indonesia 'Ghost Soccer'.