Dalam beberapa hari terakhir, pengelola rumah sakit telah mengeluarkan permohonan putus asa yang meminta perlindungan, karena mereka mengatakan fasilitas tersebut telah menjadi sasaran rutin penembakan dan bahan peledak Israel.
Namun IDF dan Badan Keamanan Israel (ISA) menuduh bahwa intelijen telah menunjukkan "teroris" menggunakan Rumah Sakit Kamal Adwan sebagai pusat komando untuk operasi militernya di Jabalia.
Wakil Menteri Kesehatan Gaza, Dr. Yousef Abu-Al Rish, mengatakan bahwa sekitar 100 staf medis sedang diinterogasi oleh IDF dan menuduh beberapa dari mereka mengalami penyiksaan psikologis.
IDF tidak mengomentari tuduhan terakhir saat dihubungi oleh BBC.
Kekhawatiran tetap ada mengenai kondisi Rumah Sakit Indonesia, yang menurut peringatan para dokter tidak dilengkapi dengan peralatan memadai untuk pasien.
"Anda tidak bisa menyebutnya rumah sakit, ini lebih seperti tempat penampungan," kata Dr. Abu-Al Rish pada hari Jumat.
WHO menambahkan bahwa misi mendesak sedang direncanakan ke Rumah Sakit Indonesia untuk memindahkan pasien ke Gaza selatan untuk perawatan medis.
Hal ini dikarenakan serupa dengan Rumah Sakit Kamal Adwan, dimana RS Indonesia juga sering diserang pihak Israel.***