Israel Kepung RS Kamal Adwan dan RS Indonesia di Gaza Utara, Nyaris Sudah Tak Berfungsi

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Minggu, 29 Desember 2024 | 12:03 WIB
RS Kamal Adwan setelah dibombardir Israel (Anadolu Ajansi)
RS Kamal Adwan setelah dibombardir Israel (Anadolu Ajansi)

KLIK SAJA - Pasukan Israel telah menahan dan menginterogasi staf medis setelah secara paksa mengevakuasi rumah sakit besar terakhir di Gaza utara, kata kementerian kesehatan yang dikelola Hamas (27/12).

Direktur Rumah Sakit Kamal Adwan, Dr. Hussam Abu Safiya, termasuk di antara mereka yang dibawa untuk diinterogasi oleh Pasukan Pertahanan Israel (IDF), yang menuduhnya sebagai "seorang teroris Hamas".

Pada hari Jumat (27/12) diperkirakan 50 orang, termasuk staf medis tewas dalam serangan udara Israel yang menargetkan sekitar rumah sakit, kata kementerian kesehatan.

Baca Juga: Putin Minta Maaf Pesawat Azerbaijan Airlines ditembak Rudal Pertahanan Rusia

IDF mengatakan pihaknya telah melakukan operasi di sana, menuduh rumah sakit tersebut sebagai "kubu teroris Hamas".

Lima belas pasien kritis, 50 perawat dan 20 petugas kesehatan dipindahkan ke Rumah Sakit Indonesia terdekat, ungkap Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Begitu pula para tenaga medis asal Indonesia yang bertugas juga turut diusir oleh militer Israel.

WHO menyatakan pihaknya "terkejut dengan penggerebekan kemarin" terhadap rumah sakit tersebut, yang menurut mereka berarti fasilitas kesehatan utama terakhir di wilayah tersebut tidak dapat beroperasi lagi.

Dilansir BBC, bahwa militer telah memerintahkan evakuasi sekitar pukul 07:00 pada hari Jumat, memberi rumah sakit waktu sekitar 15 menit untuk memindahkan pasien dan staf ke halaman.

Pasukan Israel kemudian memasuki rumah sakit dan memindahkan pasien yang tersisa, katanya.

IDF berujar pihaknya telah "memfasilitasi evakuasi warga sipil, pasien, dan personel medis yang aman" sebelum memulai operasi.

Baca Juga: Harapan Umat Kristen Palestina pada Natal Kelabu Imbas Agresi Israel

Kota Beit Lahia, tempat rumah sakit itu berada, telah berada di bawah blokade ketat Israel yang diberlakukan di beberapa bagian Gaza utara sejak Oktober.

PBB mengatakan wilayah tersebut telah berada dalam "pengepungan hampir total" karena militer Israel sangat membatasi akses pengiriman bantuan ke wilayah yang dihuni sekitar 10.000 hingga 15.000 orang.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: BBC

Tags

Rekomendasi

Terkini

X