internasional

Mozambik Kerusuhan Massal Pasca Pemilu, Ribuan Tahanan Melarikan Diri Dari Penjara

Kamis, 26 Desember 2024 | 11:49 WIB
Suasana kerusuhan di ibukota Maputo (Getty Images)

KLIK SAJA - Lebih dari 1.500 tahanan telah melarikan diri dari penjara di Mozambik, memanfaatkan kerusuhan politik yang sedang berlangsung yang dipicu oleh hasil pemilu yang disengketakan, seperti yang diungkapkan polisi setempat.

Tiga puluh tiga orang tewas dan 15 orang terluka dalam bentrokan dengan penjaga penjara, kata kepala polisi Bernardino Rafael dalam konferensi pers.

Baru sekitar 150 buronan lainnya telah ditangkap kembali, tambahnya.

Baca Juga: Mengenaskan! 35 Anak Tewas Terinjak-injak Pada Kerumunan Massal Festival Natal Nigeria

Protes meletus pada hari Senin (23/12) sebagai tanggapan terhadap pengadilan tertinggi Mozambik yang mengonfirmasi bahwa partai berkuasa Frelimo, yang berkuasa sejak 1975, telah memenangkan pemilihan presiden bulan Oktober.

Tn. Rafael mengatakan sekelompok pengunjuk rasa antipemerintah telah mendekati penjara di ibu kota Maputo pada hari Rabu (25/12).

Para tahanan memanfaatkan kerusuhan tersebut untuk merobohkan tembok dan melarikan diri, katanya.

Mozambik telah diguncang oleh kerusuhan sejak pemilu yang disengketakan pada bulan Oktober.

Hasil resmi menunjukkan kandidat presiden dari partai berkuasa Frelimo, Daniel Chapo, menang.

Protes baru meletus pada hari Senin (23/12), ketika mahkamah konstitusi memutuskan bahwa Chapo telah memenangkan pemilu, sambil merevisi margin kemenangannya ke bawah.

Baca Juga: Nigeria Geger Wanita Hamil 15 Bulan, Modus Dukun Beranak Palsu Tipu Pasangan Dambakan Momongan

Hasil awal pada bulan Oktober menyebutkan Daniel Chapo memperoleh 71% suara, sementara pesaing utamanya Venâncio Mondlane memperoleh 20%.

Pengadilan kini memutuskan bahwa ia memperoleh 65% suara, sementara Mondlane memperoleh 24%.

Dilansir dari BBC, ibukota Maputo layaknya seperti kota hantu pada Malam Natal, dengan hampir semua bisnis tutup dan orang-orang tinggal di rumah untuk menghindari terjebak dalam kerusuhan terburuk di kota itu sejak Frelimo pertama kali berkuasa pada tahun 1975.

Halaman:

Tags

Terkini