Kantor-kantor Frelimo, kantor-kantor polisi, bank-bank, dan pabrik-pabrik telah dijarah, dirusak, dan dibakar di seluruh negeri.
Sejak Senin (23/12) , sedikitnya 21 orang telah tewas dalam kerusuhan itu, ungkap menteri dalam negeri pada Selasa malam.
Mondlane, sang oposisi yang kini telah melarikan diri dari Mozambik, telah menyerukan kepada para pendukungnya untuk berdemonstrasi menentang apa yang menurutnya merupakan pemungutan suara yang curang.
Dalam pesan media sosialnya di akhir pekan, ia mengatakan mungkin ada "pemberontakan rakyat baru" jika hasil pemilu tidak dibatalkan.
Sekitar 150 orang tewas dalam tiga bulan protes sejak pemilu.
Negara Mozambik telah lama dikuasai rezim partai Frelimo, namun kini banyak rakyat tidak puas dan berupaya melawan.
Dilaporkan hingga kini kondisi negara Mozambik belum mencapai kestabilan, karena kerusuhan masih merajalela.***