Malam sebelum pemungutan suara, ibu kota Tbilisi diguncang oleh protes dadakan yang melibatkan berbagai kelompok.
Kavelashvili adalah pendiri partai Kekuatan Rakyat, yang dikenal sebagai suara utama propaganda anti-Barat di Georgia.
Ia menuduh partai-partai oposisi bertindak sebagai "kolom kelima" yang diarahkan dari luar negeri, dan menggambarkan mantan Presiden Zourabichvili sebagai "agen utama".
Kavelashvili terjun ke dunia politik setelah ia didiskualifikasi dari pencalonan pimpinan federasi sepak bola Georgia karena ia tidak memenuhi kualifikasi.
Seorang anggota parlemen dari partai Kekuatan Rakyat, Guram Macharashvili, yang mengumumkan pada tanggal 13 Desember bahwa fraksinya akan meninggalkan kelompok pro Barat.
Macharashvili dan Kavelashvili adalah arsitek undang-undang "agen asing" yang kontroversial di Georgia, yang dipandang oleh oposisi negara itu sebagai undang-undang bergaya Rusia.
Baik Uni Eropa maupun AS telah mengecam pemerintah karena kemunduran demokrasi dan lebih dari 460 orang telah ditahan di seluruh Georgia selama dua minggu terakhir, menurut Transparency International.***