KLIK SAJA - Seorang mantan pemain sepak bola Manchester City telah ditunjuk sebagai presiden oleh parlemen Georgia yang disengketakan, setelah melalui 17 hari protes pro-Uni Eropa yang melanda kota-kota di negara ini.
Ia adalah Mikheil Kavelashvili, kini berusia 53 tahun, adalah mantan anggota parlemen dari partai berkuasa Georgia Dream dan merupakan satu-satunya kandidat untuk jabatan tersebut.
Semasa masih berkarir sebagai pemain profesional, ia berposisi sebagai striker serta telah memperkuat beberapa klub Eropa, termasuk Manchester City pada medio 90an, dan juga menjadi tulang punggung timnas Georgia.
Baca Juga: AS Resmi Lakukan Kontak Langsung Pertama Kali Dengan Pemberontak Suriah
Pada hari Sabtu (14/12/2024), 224 dari 225 anggota dewan elektoral Georgia memilihnya sebagai Presiden yang baru.
Sementara empat kelompok oposisi utama telah menolak Kavelashvili dan memboikot parlemen, bersikeras bahwa pemilu yang diadakan pada bulan Oktober telah dicurangi.
Presiden Georgia sebelumnya yang pro-Barat, Salome Zourabichvili, telah mengutuk pemilihan Kavelashvili sebagai sebuah tragedi, dan menegaskan bahwa dia memegang satu-satunya lembaga sah yang tersisa di Georgia.
Georgia adalah demokrasi parlementer dengan presiden sebagai kepala negara, dan perdana menteri sebagai kepala Parlemen.
Kondisi politik Georgia saat ini terpecah menjadi 2 kubu besar, yaitu kelompok yang pro bergabung Uni Eropa (UE) dan kelompok yang pro Rusia.
Kavelashvili sendiri berada pada faksi yang sangat mendukung pro Rusia.
Warga Georgia akhirnya pun terbelah dengan kondisi ini, sementara kelompok yang pro UE melakukan protes berhari-hari menentang pemilihan Presiden Kavelashvili.
Setiap malam, jalan utama di luar gedung parlemen dipenuhi pengunjuk rasa yang mengenakan bendera Uni Eropa, menuntut pemilihan umum baru.