internasional

AS Resmi Lakukan Kontak Langsung Pertama Kali Dengan Pemberontak Suriah

Minggu, 15 Desember 2024 | 07:45 WIB
Menlu Blinken Ungkap telah lakukan kontak langsung dengan pihak pemberontak Suriah (BBC)

KLIK SAJA – AS secara resmi telah melakukan "kontak langsung" dengan kelompok pemberontak Suriah HTS, yang memimpin serangan yang menggulingkan rezim Assad, ungkap Menteri Luar Negeri Antony Blinken.

Ini adalah pengakuan pertama atas kontak langsung Amerika dengan Hayat Tahrir al-Sham, yang saat ini masih ditetapkan AS sebagai organisasi teroris.

Blinken berbicara di Yordania setelah pembicaraan dengan perwakilan dari beberapa negara Arab, Turki dan Eropa untuk membahas masa depan Suriah.

Baca Juga: Pemberontak Suriah Temukan Pabrik Narkoba Milik Rezim Assad, Terbesar di Timteng!

Para pejabat sepakat untuk mendukung proses transisi damai di negara tersebut.

Menteri Luar Negeri Yordania Ayman Safadi mengatakan kekuatan regional tidak ingin Suriah "terjerumus ke dalam kekacauan".

Sebuah komunike bersama menyerukan pemerintahan Suriah yang inklusif yang menghormati hak-hak minoritas dan tidak menawarkan basis bagi "kelompok teroris".

Pembicaraan baik di dalam maupun di luar Suriah setelah peristiwa penuh gejolak beberapa minggu terakhir adalah mengenai pentingnya membentuk pemerintahan baru yang mewakili seluruh warga Suriah.

Pada pertemuan di Yordania, Menteri Luar Negeri Irak Fuad Hussein menyatakan keprihatinannya atas masa depan Suriah yang dialami seluruh Timur Tengah dan sekitarnya.

Ia mengatakan jangan sampai Suriah tidak ingin bernasib sepertu Libya, merujuk pada kekacauan yang terjadi setelah Kolonel Gaddafi lengser dari kekuasaan.

Baca Juga: Analisa Geopolitik Pada Pemberontakan di Suriah

Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan mengatakan lembaga-lembaga Suriah yang ada harus dipertahankan dan direformasi.

Kelompok pemberontak paling kuat, HTS, telah mengindikasikan bahwa mereka sedang mengupayakan pemerintahan yang inklusif.

Namun, masa lalu kelompok itu yang penuh kekerasan sebagai jihadis telah membuat pihak Barat meragukan apakah mereka akan memenuhi janji-janji tersebut.

Halaman:

Tags

Terkini