Israel tidak menyebutkan niatnya di masa mendatang untuk mengelola Gaza.
Mengacu pada meluasnya konflik, Al Thani berkata: “Kami telah berusaha memperingatkan semua orang di dunia bahwa situasi di Gaza akan meluas.”
Qatar selama ini menjadi mediator konflik antara Hamas dan Israel, bahkan Qatar bersedia menjadi tempat markas Hamas untuk sementara.
Namun seiring intensitas konflik yang belum mereda, tampaknya Qatar mulai angkat tangan, dan menyerahkan semuanya kembali kepada AS.
Situasi ini jelas sangat menyulitkan bagi para pengungsi Gaza yang butuh kepastian untuk memulihkan diri, terlebih jumlah korban akibat konflik terus bertambah setiap harinya.***