internasional

Bos Asuransi AS Ditembak Seperti Adegan Film, Buntut Layanan Kesehatan Yang Buruk?

Sabtu, 7 Desember 2024 | 15:15 WIB
Rekaman CCTV penembakan Bos Asuransi AS pada Rabu (04/12/2024) (Tangkapan Layar Youtube Kens 5)

KLIK SAJA - Penembakan sadis layaknya film-film Hollywood terhadap bos asuransi kesehatan AS Brian Thompson, CEO UnitedHealthcare, di luar sebuah hotel di New York pada minggu ini mengejutkan publik negeri Paman Sam dan dunia.

Penembakan tersebut terekam CCTV kepolisian New York, terungkap kejadian tersebut sangat mirip adegan film-film action, dimana sang pelaku sangat terencana dan rapi dalam melakukannya.

Reaksi terhadap pembunuhan tersebut juga mengungkap kemarahan yang membara terhadap industri yang bernilai triliunan dolar.

Baca Juga: Gembong Narkoba Bulgaria Diadili di Inggris, Modus Kargo Pisang Berisi Kokain Senilai 4 Triliun Rupiah

Hingga kini pelaku penembakan masih dicari oleh pihak kepolisian New York, belum diketahui apa motif pelaku, namun disinyalir sebagai bentuk kemarahan publik AS terhadap buruknya layanan asuransi kesehatan disana.

Pada bulan Juli lalu, lebih dari 100 orang berkumpul di luar kantor pusat UnitedHealthcare Minnesota untuk memprotes kebijakan perusahaan asuransi tersebut serta kasus penolakan klaim pasien.

Tentunya perihal ini mengejutkan dunia, mengingat negara AS selalu mengklaim bahwa negaranya sangat menjunjung layanan kesehatan terbaik di dunia.

Kemarahan terpendam yang dirasakan banyak warga Amerika terhadap sistem perawatan kesehatan.

Serangkaian klaim asuransi kesehatan yang memusingkan para pemegang polis, isu perusahaan asuransi yang hanya mencari laba, akhirnya mulai menyeruak ke publik.

Baca Juga: Presiden Korsel, Yoon Suk Yeol di Ujung Tanduk Pemakzulan Akibat Blunder Darurat Militer

Banyak analis beranggapan puncak dari kemarahan publik adalah pembunuhan terhadap bos asuransi AS, Thompson di New York City pada hari Rabu (04/12/2024).

Brian Thompson adalah CEO UnitedHealthcare, unit asuransi dari penyedia layanan kesehatan UnitedHealth Group.

Perusahaan tersebut merupakan perusahaan asuransi terbesar di AS.

Polisi masih memburu tersangka pembunuh, yang motifnya tidak diketahui, tetapi pihak berwenang telah mengungkapkan pesan yang tertulis pada selongsong peluru yang ditemukan di tempat kejadian.

Halaman:

Tags

Terkini