Presiden Korsel, Yoon Suk Yeol di Ujung Tanduk Pemakzulan Akibat Blunder Darurat Militer

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Rabu, 4 Desember 2024 | 14:15 WIB
Warga Korsel sedang membaca headline berita Presiden Yoon umumkan darurat militer mendadak (Getty Images)
Warga Korsel sedang membaca headline berita Presiden Yoon umumkan darurat militer mendadak (Getty Images)

KLIK SAJA - Masa depan Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol berada di ujung tanduk setelah mendadak mengumumkan darurat militer dan kemudian mencabutnya secara tiba-tiba, yang menyebabkan negara itu dilanda kekacauan pada Selasa (03/11/2024).

Yoon, yang menjabat Presiden Korsel semenjak 2022, sudah sangat tidak populer dan berada di bawah tekanan yang meningkat sejak kalah dalam pemilihan parlemen pada bulan April, yang dianggap sebagai bentuk kepercayaan terhadap masa jabatannya.

Ia juga dirundung masalah pribadi, pada bulan lalu, ia meminta maaf dalam pidato yang disiarkan televisi kepada rakyat atas serangkaian kontroversi yang melibatkan istrinya, termasuk dugaan menerima tas tangan mewah Dior dan manipulasi saham.

Baca Juga: Presiden Korsel Meminta Maaf Pada Publik Atas Gaya Hidup Mewah Istrinya

Sekarang dia menghadapi tuntutan agar dia mengundurkan diri dan para legislator telah mengatakan mereka akan bergerak untuk memakzulkan kedudukannya sebagai Presiden

Upaya ceroboh memberlakukan darurat militer mengejutkan semua orang, dikarenakan pihak Korea Utara tidak melakukan agresi apapun ke wilayah Korea Selatan, walau hanya ada peningkatan intensitas kegiatan militer dari PyongPyang saat itu.

Hal ini membuat para anggota parlemen bergegas ke Majelis Nasional di Seoul untuk memberikan suara menentang perintah tersebut.

Sementar di luar gedung parlemen, polisi telah berkumpul sementara ribuan pengunjuk rasa berkumpul dengan marah.

Massa yang sama pun bersorak gembira ketika Yoon menarik kembali pernyataannya beberapa jam kemudian dan menyatakan ia akan mencabut perintah darurat militer.

Masa jabatan presiden Yoon diwarnai skandal, sebagian besar skandal berpusat di sekitar istrinya, Kim Keon Hee, yang dituduh melakukan korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, terutama dugaan menerima tas Dior dari seorang pendeta.

Baca Juga: Mirip Peristiwa Kanjuruhan, Kerusuhan Pertandingan Sepakbola di Guinea Tewaskan Puluhan Korban Jiwa

Pada bulan November, Yoon meminta maaf atas nama istrinya sambil menolak seruan untuk melakukan penyelidikan terhadap aktivitasnya.

Namun, popularitasnya sebagai presiden masih belum stabil, pada awal November, tingkat penerimaan terhadapnya turun hingga 17%, rekor terendah sejak ia menjabat.

Pada bulan April, partai oposisi Partai Demokrat memenangkan pemilihan parlemen secara telak, memberikan kekalahan telak bagi Yoon dan Partai Kekuatan Rakyatnya

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: BBC

Tags

Rekomendasi

Terkini

X