KLIK SAJA - Masyarakat di Gaza yang dilanda perang tak berkesudahan, kini harus melawan krisis kemanusiaan yang mendalam
Hal ini terjadi karena larangan Israel terhadap badan PBB terbesar yang beroperasi di sana, United Nations Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East atau yang disingkat UNRWA.
“Unrwa berarti segalanya bagi kami: ia adalah kehidupan kami, makanan kami, minuman kami, dan perawatan medis kami. Saat ditutup, tidak akan ada tepung. Jika anak saya sakit, ke mana saya akan pergi?” ungkap Yasmine el-Ashry, warga Palestina di Khan Younis.
Dilansir dari BBC, meskipun ditentang dunia internasional, parlemen Israel tetap kukuh membuat undang-undang baru, yang akan mencegah pejabat Israel berhubungan dengan UNRWA- badan PBB lainnya untuk pengungsi Palestina di Timur Dekat.
Badan tersebut dituduh terlibat dengan Hamas oleh pemerintah Israel.
Namun UNRWA bersikeras bahwa mereka netral pada perang ini.
Jika larangan tersebut diberlakukan, maka petugas UNRWA otomatis tak bisa bergerak mengakses ke tempat-tempat penampungan pengungsii
Bahkan status perlindungan sekolah, klinik dan bangunan lain milik UNRWA, tempat ratusan ribu pengungsi berlindung, akan sangat mudah diklaim oleh militer Israel untuk diserang.
Media Israel menyatakan bahwa ada peringatan dari diplomat dan lembaga keamanan tentang konsekuensi mengambil tindakan terhadap Unrwa.
Israel dituduh melanggar piagam PBB dan kewajibannya berdasarkan hukum humaniter internasional.
Baca Juga: Rumah Sakit Indonesia di Gaza Utara Digempur Israel, Relawan Mer-C Dievakuasi ke Gaza Tengah
Namun, pada akhirnya politik dalam negeri lebih diutamakan daripada pertimbangan-pertimbangan ini
UNRWA didirikan pada tahun 1949 oleh Majelis Umum PBB setelah perang Arab-Israel pertama yang menyusul pembentukan negara Israel.