internasional

Harris Vs Trump Masuki Kampanye Terakhir, Siapa Unggul Dalam Pilpres AS?

Selasa, 5 November 2024 | 11:24 WIB
Ilustrasi Pilpres AS Harris vs Trump (Novus)

Menggalang dukungan dari tokoh progresif hingga mantan Wakil Presiden Dick Cheney, ia berani menyebut Trump sebagai ancaman bagi demokrasi.

Di sisi lain, Trump menekankan kebijakan imigrasi keras, ekonomi “zaman keemasan,” dan janji mengakhiri konflik internasional.

Tak tanggung-tanggung tokoh sekaliber Elon Musk pun terang-terangan mendukung Donald Trump untuk supremasi ekonomi AS.

Pemilihan ini diperkirakan akan diputuskan pada tujuh negara bagian utama, termasuk Pennsylvania, Michigan, dan Wisconsin.

Harris sangat percaya diri karena data menunjukkan kesenjangan gender yang signifikan dan dukungan dari pemilih yang memutuskan di menit-menit terakhir.

Tim Harris sendiri diklaim memiliki lebih dari 90.000 sukarelawan dan telah mengunjungi lebih dari 3 juta rumah di negara bagian penting.

Walau demikian kubu mereka tetap merendah dan menganggap diri sebagai underdog dalam pilpres kali ini, mengingat dana penyokong kampanye Trump bernilai fantastis.

Bahkan Elon Musk dengan terang-terangan akan mengundi para voter Trump dengan iming-iming hadiah voucher uang setiap harinya jelang masa pilpres.

Pada sisi lain, tim Trump optimis bahwa daya tarik populisnya akan menarik pemilih muda dan kelas pekerja.

Meskipun beberapa pemilih  tradisional, seperti pemilih berpendidikan tinggi, namun kini lebih cenderung mendukung Demokrat yang lebih menjanjikan.***

Halaman:

Tags

Terkini