KLIK SAJA - Pemilihan Presiden Amerika Serikat tinggal menunggu sehari lagi, dan masyarakat dunia sangat menantikan momen penting ini.
Donald Trump digambarkan seorang Amerika sejati yang ingin tunjukkan superpower-nya serta membela kepentingan bisnis negaranya.
Sementara Kamala Harris dicitrakan mirip-mirip seperti Barrack Obama yang lebih humanis dan mencoba mencari ke arah perdamaian dunia.
Keduanya memang memiliki citra yang sangat bertolak belakang, Trump seorang AngloSaxon kulit putih yang sangat 'amerika', sementara Harris seorang kandidat presiden wanita pertama, berkulit hitam dan seorang humanis.
Kamala Harris dan Donald Trump pada hari ini melakukan kampanye terakhir di beberapa negara bagian.
Harris sendiri akan berkampanye di Pennsylvania, negara bagian dengan 19 suara electoral.
Harris juga direncakan akan mengadakan berbagai acara di wilayah kelas pekerja seperti Allentown dan Philadelphia yang merupakan kandangnya Trump.
Di sisi lain, Trump juga akan mengadakan empat rapat umum di tiga negara bagian, termasuk Pennsylvania dan Michigan.
Dilansir dari AP News, Senin (4/11/2024), sekitar 77 juta pemilih sudah menggunakan hak suara lebih awal.
Tetapi kedua calon berupaya menarik lebih banyak pemilih pada hari pemilihan electoral.
Baca Juga: 4 Tipe Negara yang Disukai Orang Indonesia untuk Study Abroad, Salah Satunya Amerika
Harris menggambarkan dirinya sebagai perubahan generasi pada masa kekikinian
Ia pun menyoroti dukungannya terhadap hak aborsi dan kritiknya terhadap peran Trump dalam serangan 6 Januari di Capitol.