Norma dan tabu seputar makanan terkadang menyebabkan bentrokan antar-komunitas, yang memicu rasa tidak percaya.
Banyak kasus, dimana setelah ditelusuri tentang video yang terkait kasus tersebut, ternyata bentuk penyerangan terhadap kelompok sektarian.
Akibatnya, gagasan tentang "keamanan pangan" juga telah terjerat dengan agama, yang terkadang digunakan untuk mengaitkan motif pada dugaan insiden kontaminasi.
Artinya selama kelompok Muslim dan kelompok Hindu masih saling berseteru, isu fitnah lewat video pembuatan makanan yang jorok pasti tetap selalu ada, walau peraturan telah diberlakukan.
Keamanan pangan juga menjadi perhatian utama di India saat ini.
Baca Juga: 9 Jenis Makanan yang Wajib Dihindari Biar Tubuhmu Selalu Sehat
Dimana Otoritas Standar dan Keamanan Pangan (FSSAI) memperkirakan bahwa makanan yang tidak aman menyebabkan sekitar 600 juta infeksi dan 400.000 kematian setiap tahunnya di India.
Para ahli menyebutkan berbagai alasan buruknya keamanan pangan di India, termasuk penegakan hukum keamanan pangan yang tidak memadai dan kurangnya kesadaran.
Dapur yang sempit, peralatan yang kotor, air yang terkontaminasi, dan praktik pengangkutan dan penyimpanan yang tidak tepat semakin membahayakan keamanan pangan.
Jadi, ketika video penjual meludahi makanan tersebar, orang-orang terkejut dan marah.
Tak lama kemudian, Uttarakhand mengumumkan denda besar bagi pelanggar dan mewajibkan polisi untuk memeriksa staf hotel dan memasang CCTV di dapur.
Di Uttar Pradesh, Kepala Menteri Yogi Adityanath mengatakan untuk menghentikan insiden semacam itu , polisi harus memverifikasi setiap karyawan.
Negara bagian itu juga berencana untuk mewajibkan pusat makanan untuk mencantumkan nama pemiliknya, juru masak dan pelayan untuk mengenakan masker dan sarung tangan, serta memasang CCTV di hotel dan restoran.
Menurut laporan, Adityanath berencana untuk memberlakukan dua peraturan daerah yang akan menghukum meludah di makanan dengan hukuman penjara hingga 10 tahun .***