Menurut laporan media lokal, Trump sedang berpindah dari hole lima ke enam di lapangan golf bersama rekannya yang kini menjadi utusan, Steve Witkoff, ketika suara tembakan terdengar. Area lapangan langsung ditutup.
Seorang agen Secret Service melihat laras senjata di semak-semak di tepi lapangan. Beberapa petugas melepaskan sedikitnya empat tembakan. Belum jelas apakah tersangka sempat membalas tembakan.
Tersangka diidentifikasi sebagai Ryan Wesley Routh, pria berusia 58 tahun.
Jaksa menyatakan Routh telah berada di Florida Selatan selama sekitar satu bulan, dan data ponsel menunjukkan ia berada di sekitar lapangan golf serta properti Mar-a-Lago milik Trump.
Pada Februari, Routh dijatuhi hukuman penjara seumur hidup setelah terbukti merencanakan pembunuhan terhadap Trump.
September 2025 – Polisi nonaktif menyusup ke tim keamanan Trump
Seorang anggota Kepolisian New York (NYPD), Melvin Eng, datang ke turnamen golf Ryder Cup di Bethpage Black Course, New York, dengan membawa senjata dan mengenakan perlengkapan taktis lengkap, sambil berpura-pura menjadi bagian dari tim keamanan Trump.
Baca Juga: Departemen Hakim AS Rilis Epstein Files, Akankah Bisa Jatuhkan Donald Trump?
Belakangan diketahui bahwa Eng sedang cuti sakit, tidak memiliki penugasan resmi dalam pengamanan presiden, dan tidak memiliki peran dalam acara tersebut.
Insiden ini dilaporkan berujung pada penangguhan tugas Eng sambil menunggu penyelidikan lebih lanjut oleh NYPD.
Februari 2026 – Penyerang tewas setelah menerobos perimeter keamanan rumah Trump
Seorang pria yang membawa jeriken bensin dan senapan ditembak mati oleh agen Secret Service setelah menabrakkan kendaraannya ke perimeter keamanan resor Mar-a-Lago milik Trump di Florida.
Saat kejadian, Trump sedang berada di Washington. Polisi mengidentifikasi pelaku sebagai Austin Tucker Martin, pria berusia 21 tahun asal North Carolina.
Keluarganya sebelumnya melaporkan bahwa ia hilang, dan motifnya belum diketahui.***