Presiden Dewan Eropa Antonio Costa mengatakan dirinya “terdorong oleh respons positif Perdana Menteri Netanyahu terhadap usulan ini.” Ia menambahkan, “semua pihak harus memanfaatkan momentum ini untuk memberi peluang nyata bagi perdamaian.”
Bila dijalankan, proposal ini akan dimulai dengan penghentian segera operasi militer.
Garis pertempuran yang ada akan dibekukan hingga syarat-syarat penarikan bertahap terpenuhi.
Hamas diwajibkan meletakkan senjata, sementara terowongan dan fasilitas produksi senjatanya dimusnahkan.
Rencana itu juga menyebutkan, untuk setiap jenazah sandera Israel yang dikembalikan, Israel akan menyerahkan jenazah 15 warga Gaza.
Setelah kedua belah pihak menyetujui proposal tersebut, bantuan kemanusiaan penuh akan segera dikirimkan ke Jalur Gaza.
Amerika Serikat juga merinci rencana tata kelola Gaza di masa depan. Disebutkan bahwa Gaza akan dipimpin sementara oleh sebuah “komite teknokrat Palestina non-politik” dengan pengawasan dari badan transisi internasional baru bernama Dewan Perdamaian, yang akan diketuai langsung oleh Trump.
Mantan Perdana Menteri Inggris, Sir Tony Blair, juga akan duduk dalam badan tersebut bersama sejumlah pemimpin lain yang akan diumumkan kemudian. Sir Tony menyebut rencana ini “berani dan cerdas.”***