“Jika ada orang yang memilih untuk mengajukan diri ke dewan-dewan Syariah, sebagaimana dengan pengadilan Kristen, Yahudi, atau agama lain, itu merupakan bagian dari toleransi beragama yang menjadi nilai penting di Inggris,” ujarnya.
Meski pengadilan agama, termasuk dewan Syariah, memang beroperasi di Inggris, sebagian besar aktivitasnya hanya terkait arbitrase pernikahan agama dan masalah keuangan.
Pemerintah menegaskan bahwa keputusan mereka tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat.***