Presiden Prancis Emmanuel Macron pun menyebut serangan itu “tidak dapat diterima apa pun alasannya”.
Sementara itu, Perdana Menteri Inggris, Sir Keir Starmer, memperingatkan risiko eskalasi lebih luas di kawasan dan mendesak gencatan senjata di Gaza serta pembebasan sandera.
Di Vatikan, Paus Leo XIV menyerukan bahwa situasi ini “sangat serius”.
Dalam 23 bulan terakhir, Israel telah membunuh banyak pemimpin Hamas, termasuk Ismail Haniyeh dalam sebuah ledakan di Iran pada Juli 2024, dan Yahya Sinwar yang tewas pada Oktober 2024 di Gaza.
Perang ini diawali dari serangan Hamas ke Israel selatan pada 7 Oktober 2023 yang menewaskan sekitar 1.200 orang dan menculik 251 lainnya.
Semenjak saat itu, menurut Kementerian Kesehatan Gaza yang dikelola Hamas, sedikitnya 64.605 orang telah tewas akibat serangan Israel di wilayah tersebut.***