Musk belum menjelaskan undang-undang "kontroversial" mana yang akan ditentang oleh politisinya. Tidak ada platform atau manifesto resmi.
Namun dalam sejarah, partai ketiga jarang berhasil sebagaimana Musk bayangkan. Peran mereka biasanya hanya menyoroti isu dan memberi tekanan pada partai besar.
“Partai yang berdampak besar biasanya tidak memenangkan kursi,” ujar Tamas. “Tugas partai ketiga adalah mengganggu. Menyengat seperti lebah. Menyebabkan rasa sakit.”
Tamas mencontohkan Partai Progresif di Wisconsin dan Partai Farmer-Labor di Minnesota sebagai partai kecil yang berhasil mendorong reformasi di tingkat negara bagian, seperti bantuan untuk pengangguran dan reformasi perbankan.
Namun tampaknya Musk tidak mengincar peran “penyengat”. Padahal peluangnya terbuka lebar.
“Partai Republik terus bergerak makin ke kanan dan mengikuti arah MAGA, tanpa ada perlawanan di dalam Kongres,” ujar Tamas.
“Ini kondisi ideal bagi munculnya partai ketiga. Tapi bukan untuk menggantikan mereka. Melainkan untuk menarik mereka kembali ke tengah.”
“Inilah sejarah kesuksesan partai ketiga: menimbulkan rasa sakit, agar partai besar bereaksi dan menyesuaikan diri dengan keinginan publik atau isu yang diangkat.”
Partai yang menargetkan kemenangan elektoral sering kali kurang berhasil dibandingkan mereka yang hanya berfungsi sebagai pengganggu.
Contohnya, Forward Party yang didirikan Andrew Yang pada 2022 dengan slogan “Not left. Not right. Forward.” Kini, keberadaannya nyaris tak terdengar, meski masih aktif di media sosial—unggahan 4 Juli terakhir hanya mendapat sekitar 40 likes di Instagram.
Forward Party sejak awal menyatakan bahwa Demokrat dan Republik sudah terlalu ekstrem dan mereka tidak terikat spektrum kiri-kanan.
Namun janji untuk tidak mengambil posisi ideologis yang jelas ternyata tidak menarik bagi pemilih.
Afiliasi terpilih Forward di situs resminya termasuk mantan wali kota Newberry, Florida (populasi 7.300), dan seorang petugas sanitasi di Stonington, Connecticut (populasi 976).
Dukungan terhadap partai ketiga memang nyata. Survei menunjukkan masyarakat menginginkan partai alternatif.
Tapi bentuk pastinya belum jelas. Dalam polling Musk sendiri di media sosial, 65% menyetujui pembentukan partai baru, sementara 34% menolak.