Iran Tolak Mentah-mentah Klaim Trump: Menlu Araghchi Tegaskan Teheran Tak Ada Rencana Pembicaraan Nuklir dengan Amerika Serikat

photo author
- Sabtu, 28 Juni 2025 | 10:24 WIB
Iran Tolak Mentah-mentah Klaim Trump: Menlu Araghchi Tegaskan Teheran Tak Ada Rencana Pembicaraan Nuklir dengan Amerika Serikat (Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi. (x.com/araghchi))
Iran Tolak Mentah-mentah Klaim Trump: Menlu Araghchi Tegaskan Teheran Tak Ada Rencana Pembicaraan Nuklir dengan Amerika Serikat (Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran, Abbas Araghchi. (x.com/araghchi))

KLIK SAJA - Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, dengan tegas menyatakan bahwa Teheran tidak berencana untuk melanjutkan pembicaraan mengenai kesepakatan nuklir dengan Amerika Serikat.

Dalam sebuah wawancara dengan televisi pemerintah Iran, Araghchi membantah klaim Presiden AS, Donald Trump, yang menyebutkan bahwa Washington dan Teheran akan memulai kembali dialog nuklir pekan depan.

"Saya ingin tegaskan bahwa tak ada kesepakatan, pengaturan, maupun percakapan yang dibuat untuk memulai kembali negosiasi," ujar Araghchi, seperti dikutip dari Reuters pada Jumat, 27 Juni 2025.

Baca Juga: Ayatollah Ali Khamenei: The US Gained Nothing from Strikes on Iran's Nuclear Facilities

Araghchi lebih lanjut menekankan bahwa Iran tidak memiliki niat untuk berunding kembali saat ini, lantaran ia menilai Amerika Serikat penuh dengan 'kontradiksi'.

"Pernyataan mereka (AS) penuh dengan kontradiksi," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Araghchi menyinggung soal pembicaraan nuklir Iran dan AS yang dilakukan sebelum Israel meluncurkan serangan Israel menyerang Iran pada 13 Juni lalu, saat Iran sedang bernegosiasi dengan AS mengenai kesepakatan nuklir.

Sebelumnya, serangan itu langsung dibalas Iran hingga perang kedua negara pecah dan berlangsung selama 12 hari.

Menlu Iran berujar, AS telah berkhianat karena dengan sengaja memikat Iran untuk menyerahkan hak-haknya dan pada saat yang sama mengobarkan perang melalui Israel.

Baca Juga: Donald Trump Ikut Campur Kasus Korupsi yang Menjerat Benjamin Netanyahu

"Dalam negosiasi baru-baru ini, mereka mencoba memikat kami untuk menyerahkan hak-hak bangsa kami. Ketika beberapa peristiwa tertentu terjadi, mereka memberlakukan perang dan melepaskan rezim kriminal Zionis untuk melakukan serangan," terang Araghchi.

Araghchi menekankan peristiwa itu akan menjadi pengalaman bagi Teheran yang membentuk keputusan Iran terkait negosiasi di masa mendatang.

"Meski begitu, diplomasi terus berlanjut. Saya berhubungan dengan beberapa menteri luar negeri," tukasnya.***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Dita Nilan Karlasari

Tags

Artikel Terkait

Rekomendasi

Terkini

X