Serangan Bom AS Gagal Lumpuhkan Fasilitas Nuklir Iran

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Kamis, 26 Juni 2025 | 13:46 WIB
pesawat B2 Pengebom milik AS (berbagai sumber)
pesawat B2 Pengebom milik AS (berbagai sumber)

Upaya Amerika Serikat untuk melumpuhkan fasilitas nuklir Iran melalui serangan udara terbaru dilaporkan tidak membuahkan hasil seperti yang diklaim sebelumnya.

Kegagalan inilah yang disebut menjadi pemicu kemarahan Presiden AS Donald Trump dalam pernyataan publiknya baru-baru ini, termasuk saat ia mengecam Iran dan Israel secara bersamaan serta menunjukkan gestur frustrasi di hadapan awak media.

Sebelumnya, Trump sempat menyatakan bahwa bom seberat 30.000 pon telah berhasil menghancurkan instalasi nuklir utama milik Iran.

Namun, klaim tersebut dibantah oleh penilaian awal dari lembaga intelijen AS.

Menurut laporan yang dikutip dari Reuters, serangan udara itu hanya berdampak sementara, dengan memperlambat program nuklir Iran selama sekitar 1 hingga 2 bulan.

Stok uranium milik Iran tidak mengalami kerusakan signifikan, dan bangunan bawah tanah yang menjadi pusat program nuklir tetap utuh.

Seorang sumber intelijen AS menyatakan bahwa serangan tersebut memang berhasil menutup akses ke dua fasilitas utama, namun tidak cukup kuat untuk menghancurkan infrastruktur inti yang terletak jauh di bawah permukaan tanah.

Pemerintah Iran pun tetap bersikukuh bahwa riset nuklir mereka bertujuan damai dan demi kepentingan sipil.

Di sisi lain, tensi di kawasan Timur Tengah sedikit mereda setelah Iran dan Israel mengisyaratkan berakhirnya perang udara yang berlangsung selama hampir dua pekan.

Keduanya juga telah mencabut pembatasan sipil di wilayah masing-masing setelah 12 hari konflik yang memanas.

Presiden Trump sempat menyalahkan kedua negara karena dianggap melanggar gencatan senjata yang diumumkannya sebelumnya.

Ia secara terbuka mengkritik Israel dan meminta agar negara tersebut menahan diri, terutama menjelang kunjungannya ke Eropa untuk menghadiri pertemuan NATO. “Saya akan membuat Israel tenang untuk sementara waktu,” ujar Trump seperti dikutip dari Reuters.

Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, menyatakan bahwa Iran siap menghormati gencatan senjata asalkan Israel juga melakukannya.

Sementara itu, Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, telah menghubungi pihak AS dan menyatakan komitmen untuk menghormati kesepakatan damai, kecuali jika Iran lebih dulu melanggarnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X