KLIK SAJA - Eskalasi konflik antara Israel dan Iran semakin membara, memicu kekhawatiran akan potensi perang besar di Timur Tengah.
Terlebih lagi, keterlibatan Amerika Serikat yang dikabarkan turut membombardir beberapa fasilitas nuklir Iran menambah kerumitan situasi.
Namun jika dianalisis secara objektif, motif Israel dalam menyerang Iran justru menimbulkan banyak pertanyaan.
Ada empat alasan utama yang kerap dikemukakan Israel, namun semuanya tampak janggal dan sulit dibenarkan menurut hukum internasional maupun logika geopolitik.
- Tuduhan Iran Memiliki Senjata Nuklir
Alasan pertama — dan paling sering digaungkan — adalah tuduhan bahwa Iran sedang mengembangkan senjata nuklir yang ditujukan untuk menghancurkan Israel.
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu selama bertahun-tahun mengkampanyekan narasi ini di forum-forum internasional.
Namun, hingga kini, Badan Energi Atom Internasional (IAEA) tidak pernah menemukan bukti bahwa Iran tengah membangun senjata nuklir di fasilitasnya.
Tuduhan ini mengingatkan kita pada kasus invasi Amerika Serikat ke Irak tahun 2003, dengan dalih keberadaan senjata pemusnah massal — yang ternyata tidak pernah terbukti.
Menyerang negara lain berdasarkan asumsi semacam ini jelas bertentangan dengan prinsip-prinsip hukum internasional.
- Klaim Iran Mengancam Keamanan Dunia
Israel dan sekutunya, terutama Amerika Serikat, sering menyuarakan bahwa Iran merupakan ancaman global.
Narasi ini dibentuk lewat propaganda media yang menyandingkan Iran dengan negara-negara seperti Korea Utara dan Rusia.
Padahal, secara faktual, Iran masih menjalin hubungan diplomatik dengan berbagai negara dan tidak sedang dalam kondisi kacau.
Iran tidak berada dalam status negara konflik seperti Suriah atau Yaman.
Mencitrakan Iran sebagai "negara berbahaya" tanpa bukti konkret merupakan bentuk manipulasi geopolitik yang membahayakan tatanan dunia multipolar.