KLIK SAJA - Pada Jumat dini hari, 13 Juni 2025, ketegangan di Timur Tengah mencapai puncaknya ketika militer Israel melancarkan serangan mendadak terhadap Iran.
Serangan presisi ini dilaporkan menargetkan dan menghancurkan fasilitas nuklir utama Iran.
Dampak dari operasi militer tersebut sangat signifikan, menyebabkan korban jiwa di kalangan komandan senior dan ilmuwan nuklir Iran.
Peristiwa ini menandai eskalasi serius dalam konflik yang telah lama membayangi kedua negara tersebut.
Baca Juga: Miris! Puluhan Warga Palestina Tewas Saat Mengakses Bantuan Kemanusiaan di Gaza
Respons Iran terhadap serangan ini tidak butuh waktu lama.
Sebagai simbol kemarahan dan seruan untuk pembalasan, Iran segera mengibarkan bendera merah simbolis di atas Masjid Jamkaran di Qom.
Dalam tradisi Syiah, pengibaran bendera merah ini adalah sebuah tanda seruan untuk keadilan dan pembalasan, mengindikasikan niat kuat Iran untuk merespons agresi yang baru saja terjadi.
Menurut laporan dari Press TV, bendera merah tersebut dikibarkan sesaat setelah serangan udara Israel menghantam sejumlah target militer dan fasilitas nuklir penting di berbagai lokasi di Iran.
Insiden ini kemungkinan besar akan memicu gelombang ketidakstabilan baru di kawasan, dengan potensi dampak yang luas terhadap geopolitik global.
Dunia kini menanti langkah selanjutnya dari kedua belah pihak dalam konflik yang mematikan ini.
Baca Juga: Israel Serang Iran, Bombardir Pemukiman Teheran dan Fasilitas Nuklir Natanz
Selain memakan korban jiwa komandan senior dan ilmuwan, kesedihan dan kemarahan muncul karena korban juga datang dari warga sipil, wanita, serta anak-anak.
Usai bendera merah dikibarkan, ratusan pengunjuk rasa berkumpul di luar masjid, meneriakkan slogan-slogan anti-Israel dan mengibarkan bendera Iran.
Artikel Terkait
Israel Cegat Kapal Bantuan Kemanusiaan Gaza yang Membawa Aktivis Greta Thunberg
Israel Intercepts Gaza Aid Vessel Carrying Activist Greta Thunberg
Terlihat Diktator! Trump Kerahkan Ribuan Tentara ke Los Angeles di Tengah Protes Imigrasi yang Makin Meluas
Appearing Dictatorial: Trump Deploys Thousands of Troops to Los Angeles Amid Escalating Immigration Protests
Indonesian Government Set to Deliver 10,000 Tons of Rice for the People of Palestine