Perawat Inggris Ceritakan Pengalaman Menangani Pasien Trauma Berat di Gaza, Ungkap Tiada Hari Tanpa Ada Korban Meninggal Dunia Akibat Perang

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 7 Juni 2025 | 14:54 WIB
Perawat Mandy asal Inggris sedang tangani pasien di Gaza (BBC)
Perawat Mandy asal Inggris sedang tangani pasien di Gaza (BBC)

KLIK SAJA - Seorang perawat asal Inggris yang dikerahkan ke Jalur Gaza sebagai bagian dari respons kemanusiaan pemerintah Inggris terhadap perang Israel-Gaza menggambarkan pengalamannya menangani pasien dengan trauma yang “berat”.

Mandy Blackman, yang biasanya bekerja di Rumah Sakit Umum Kettering di Northamptonshire, saat ini menjabat sebagai kepala perawat di rumah sakit lapangan di al-Mawasi yang dijalankan oleh lembaga amal UK-Med.

Dilansir dari BBC, Ia mengatakan rumah sakit tersebut menyediakan layanan medis harian seperti praktik umum (GP), ruang operasi, dan perawatan bersalin, namun juga menangani kejadian darurat.

“Kami menghadapi insiden korban massal, di mana kami menerima banyak pasien dalam waktu yang sangat singkat; belum lama ini kami kedatangan sekitar 34 orang pada pukul 23:30 malam,” ujarnya.

“Banyak keluarga yang terpisah, jadi kami menangani banyak anak yang orang tua atau anggota keluarga yang selamat dibawa ke rumah sakit lain,” tambah Blackman.

“Kami menghabiskan sekitar satu minggu penuh untuk menyatukan kembali keluarga-keluarga tersebut. Itu menjadi sesuatu yang sangat membahagiakan setelah hal mengerikan yang mereka alami.”

Ini merupakan penugasan ketiganya ke Jalur Gaza, dan ia merasa “beruntung” karena tempat kerjanya mengizinkannya menjadi relawan karena “memang ada kebutuhan.”

Mandy menyaksikan tragedi kemanusiaan paling pedih di dunia, karena hampir setiap hari terjadi dan hal tersebut dilakukan oleh sesama manusia akibat keganasan Zionis Israel.

Dimana hampir setiap hari, korban meninggal akibat perang Gaza terus berjatuhan, namun sayangnya bagi dunia itu hanyalah angka semata, tidak ada usaha untuk menyetopnya.

“Saya memiliki kesempatan untuk datang, dan karena itu saya memilih untuk datang,” katanya.

“Saya rasa tidak akan manusiawi jika seseorang tidak terpengaruh oleh kasus-kasus yang kami tangani,” tambahnya.

“Di rumah, ya, saya memang menangani trauma, tetapi tidak pada tingkat yang sama seperti di sini, di mana itu terjadi hampir setiap hari.”

Blackman juga menyampaikan bahwa di al-Mawasi, ia merawat pasien yang mengalami penurunan berat badan signifikan.

“Terlihat jelas adanya malnutrisi pada anak-anak, jadi kami berusaha sebaik mungkin untuk memasukkan mereka ke dalam program makanan khusus.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: BBC, Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X