KLIK SAJA - Di balik gemerlap wisata dan budaya Thailand, tersembunyi sebuah institusi yang dikenal sebagai salah satu penjara paling menyeramkan dan penuh tantangan di Asia Tenggara: Penjara Pusat Klong Prem.
Terletak di Distrik Chatuchak, Bangkok, penjara ini bukan hanya terbesar di kawasan ini, tapi juga terkenal karena menampung ribuan narapidana dari berbagai penjuru dunia, menjadikannya penjara dengan populasi multietnis paling beragam.
Penjara Klong Prem mampu menampung hingga 20.000 narapidana, sebuah angka mencengangkan yang menjadikannya kompleks pemasyarakatan paling padat di Asia Tenggara.
Penjara ini memiliki berbagai bagian terpisah, termasuk Penjara Wanita Lat Yao, Lembaga Pemasyarakatan Pecandu Narkoba, Penjara Khusus Bangkok, dan bahkan Rumah Sakit Pemasyarakatan Pusat.
Di sinilah tahanan dengan berbagai latar belakang, dari pelaku kriminal domestik hingga tersangka kasus scam internasional, hidup berdampingan dalam sistem yang sangat terstruktur namun penuh tekanan.
Uniknya, bagian pria Lat Yao dikhususkan untuk tahanan pria yang masa hukumannya di bawah 25 tahun.
Pada tahun 2002 saja, terdapat 1.158 narapidana asing dari 56 negara di antara total 7.218 penghuni.
Kasus narkotika, penipuan digital lintas negara, dan penyelundupan menjadi kejahatan umum yang menjerat warga asing ke balik jeruji besi Klong Prem.
Sejarah penjara ini berawal dari tahun 1944 saat Thailand berperang dengan Inggris dan Amerika Serikat dalam Perang Dunia II.
Awalnya sebagai fasilitas sementara, kompleks ini berkembang pesat menjadi pusat pelatihan kejuruan, lalu ditetapkan resmi sebagai Penjara Pusat Klong Prem pada 1972.
Sistem kunjungan di penjara ini cukup ketat. Hanya keluarga dan tamu terdaftar yang diizinkan berkunjung, itupun di hari tertentu tergantung blok tahanan.
Kunjungan akhir pekan dilarang, dan narapidana asing kadang bisa mendapat hak istimewa tambahan dengan surat kedutaan—atau lewat praktik korupsi yang kerap dilaporkan.
Meski keras, kehidupan di Klong Prem tak selalu kelam. Salah satu kegiatan yang cukup mencolok adalah turnamen sepak bola Piala Dunia antar narapidana.
Penjara ini membentuk tim berdasarkan negara asal narapidana seperti Nigeria, Jepang, Amerika Serikat, dan Prancis.