Di tengah dinamika yang terus berubah ini, negara-negara berkembang khususnya di Asia dan Afrika kini berada dalam posisi sulit—di antara dua kekuatan besar yang bersaing bukan hanya dalam tarif.
Namun juga dalam persepsi dan pengaruh. Yang jelas, peringatan Tiongkok ini menjadi babak baru dari konflik ekonomi global yang jauh lebih kompleks dari sekadar hitungan angka ekspor dan impor.***