Petinju Legendaris George Foreman Meninggal Dunia, Akhiri Karier Sebagai Pendeta

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 22 Maret 2025 | 12:33 WIB
Selamat Jalan George Foreman (Sydney Morning Herald)
Selamat Jalan George Foreman (Sydney Morning Herald)

KLIK SAJA - Legenda tinju dunia, George Foreman, dikabarkan meninggal dunia pada usia 76 tahun. Kabar duka ini disampaikan oleh pihak keluarga melalui laman Instagram resminya.

Dalam pernyataan yang penuh emosional, keluarga Foreman mengumumkan kepergian sang legenda dengan penuh hormat dan cinta.

"Hati kami hancur. Dengan duka yang mendalam, kami umumkan meninggalnya George Edward Foreman Sr. yang kami kasihi. Ia meninggal dengan tenang pada tanggal 21 Maret 2025, dikelilingi oleh orang-orang terkasih," ungkap pihak keluarga melalui akun Instagram @biggeorgeforeman.

Bagi keluarga, George Foreman bukan hanya seorang petinju legendaris, tetapi juga seorang pendeta yang taat, suami yang berbakti, ayah yang penyayang, dan kakek buyut yang bangga.

"Ia menjalani kehidupan yang ditandai oleh iman yang tak tergoyahkan, kerendahan hati, dan tujuan yang mulia," tambah pernyataan tersebut.

George Foreman, yang lahir pada 10 Januari 1949, di Marshall, Texas, dikenal sebagai salah satu petinju terhebat dalam sejarah olahraga tinju.

Namanya semakin melambung setelah pertarungan bersejarah "Rumble in the Jungle" melawan Muhammad Ali pada tahun 1974 di Kinshasa, Zaire (sekarang Republik Demokratik Kongo).

Pertarungan epik itu berakhir dengan kekalahan Foreman melalui KO di ronde kedelapan, yang dianggap sebagai salah satu momen paling ikonik dalam sejarah tinju.

Pertarungan tersebut juga diabadikan dalam film dokumenter "When We Were Kings", yang memenangkan Oscar untuk kategori film dokumenter terbaik pada tahun 1996.

Film ini tidak hanya menceritakan pertarungan fisik antara dua legenda tinju, tetapi juga menggambarkan konteks sosial dan politik di balik acara tersebut.

Meskipun kalah dari Ali, Foreman tidak berhenti menorehkan prestasi. Ia kembali ke ring dan bertarung lima kali lagi setelah kehilangan gelar juara kelas berat.

Di antaranya adalah kemenangan TKO atas Joe Frazier dalam ronde kelima, serta kemenangan KO atas Ron Lyle dalam pertarungan yang dianggap sebagai salah satu pertarungan klasik tinju kelas berat.

Pada usia 28 tahun, Foreman memutuskan untuk pensiun dari dunia tinju. Keputusan ini mengejutkan banyak pihak, mengingat ia masih berada di puncak kariernya.

Setelah pensiun, Foreman memilih untuk mengabdikan hidupnya sebagai pendeta di negara asalnya, Texas. Ia mendirikan gereja dan menjadi sosok yang dihormati dalam komunitasnya.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: Berbagai Sumber

Tags

Rekomendasi

Terkini

X