Guterres menekankan bahwa dunia saat ini menghadapi ketidakpastian yang semakin besar.
Konflik bersenjata terus meningkat, pelanggaran hukum internasional dan hak asasi manusia semakin meluas, serta kemajuan dalam pengentasan kemiskinan berjalan lambat.
Selain itu, perkembangan teknologi baru, seperti kecerdasan buatan (AI), juga menciptakan tantangan serius yang membutuhkan regulasi global.
Pemotongan besar-besaran dalam pendanaan bantuan kemanusiaan oleh beberapa negara donor turut memperburuk situasi.
Hal ini tidak hanya memengaruhi kemampuan PBB dalam menjalankan program-programnya, tetapi juga memperuncing ketegangan geopolitik di tingkat global.
Inisiatif UN80 bertujuan untuk meningkatkan layanan PBB bagi masyarakat global yang sangat bergantung pada organisasi ini.
Guterres ingin memastikan bahwa dana publik yang digunakan oleh PBB dapat lebih dipertanggungjawabkan kepada para pembayar pajak di seluruh dunia.
Reformasi ini mencakup seluruh lembaga dan kantor PBB yang tersebar di berbagai lokasi global, termasuk di Jenewa, Nairobi, dan Wina.***