Warga Greenland Tetap Gelar Pemilu, Walau Dalam Bayang Aneksasi Trump

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Rabu, 12 Maret 2025 | 13:38 WIB
Suasana Pemilu di Greenland (France 24)
Suasana Pemilu di Greenland (France 24)

Dalam pidatonya di Kongres, ia menegaskan, "Satu cara atau lainnya, kami akan mendapatkannya."

Sementara itu, Múte Egede, Perdana Menteri Greenland, menegaskan bahwa kolonialisme harus diakhiri.

Ia menyatakan bahwa kerja sama internasional harus didasarkan pada kesetaraan, bukan dominasi.

Isu aneksasi oleh Amerika Serikat menjadi tantangan bagi Greenland dalam mempertahankan otonomi dan menghindari ketergantungan pada negara-negara besar.

Pada Januari 2025, Donald Trump Jr. mengunjungi Nuuk, ibu kota Greenland, untuk menjajaki kemungkinan negosiasi lebih lanjut.

Meskipun demikian, jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa 85 persen warga Greenland menolak ide untuk bergabung dengan Amerika Serikat, sementara 56 persen mendukung kemerdekaan dari Denmark jika referendum kemerdekaan diadakan.

Walaupun isu kemerdekaan Greenland tidak menjadi agenda utama dalam pemilu kali ini, hasil pemilu tersebut berpotensi memengaruhi arah politik wilayah tersebut di masa depan.

Jika partai-partai yang pro-kemerdekaan memenangkan pemilu ini, tekanan untuk melepaskan diri dari Denmark akan semakin besar, dan kemungkinan Greenland akan semakin menjauh dari pengaruh negara-negara besar, termasuk Amerika Serikat dan Denmark.

Pemilu ini menjadi bukti bahwa meskipun Greenland terus berada di bawah tekanan politik dari negara besar, warga Greenland tetap bertekad untuk menentukan nasib mereka sendiri, dengan mengedepankan kemerdekaan sebagai tujuan jangka panjang.***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: ABC News

Tags

Rekomendasi

Terkini

X