WHO: Layanan Kesehatan Lima Puluh Negara Terdampak Pembekuan Dana USAID

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Kamis, 13 Februari 2025 | 09:36 WIB
Sebuah klinik kesehatan bantuan USAID terancam tutup (health caremea)
Sebuah klinik kesehatan bantuan USAID terancam tutup (health caremea)

Para ahli kesehatan global telah memperingatkan mengenai penyebaran penyakit,serta penundaan pengembangan vaksin dan pengobatan baru sebagai akibat dari pemotongan dana tersebut.

Trump berpendapat bahwa USAID "tidak kompeten dan korup".

Baru-baru ini ia mengumumkan pemangkasan besar-besaran terhadap 10.000 pegawai lembaga tersebut dan penangguhan segera hampir seluruh program bantuannya.

Sebagian besar uang USAID dibelanjakan di Asia, Afrika sub-Sahara, dan Eropa, yang terutama digunakan untuk upaya kemanusiaan di Ukraina.

Elon Musk, miliarder teknologi yang bekerja pada upaya Gedung Putih untuk mengecilkan ukuran pemerintah federal, sebelumnya mengklaim bahwa lembaga bantuan tersebut adalah "organisasi kriminal".

Baik Trump maupun Musk tidak memberikan bukti jelas untuk mendukung klaim mereka.

Selain pembekuan USAID, Presiden Trump telah mengambil langkah untuk menarik Amerika Serikat dari WHO.

Di bawah pemerintahan Biden, AS merupakan penyandang dana terbesar bagi badan kesehatan PBB dan pada tahun 2023 menyumbang hampir seperlima dari anggaran badan tersebut.

Dr Tedros mengatakan keputusan Trump memengaruhi kerja sama antarnegara dalam menghadapi ancaman kesehatan global.

Ia juga mengatakan AS telah mengurangi pelaporan kasus flu burung pada manusia.

WHO mengatakan telah menggunakan langkah-langkah darurat yang serupa dengan yang digunakan selama pandemi Covid untuk mengisi kesenjangan jika terjadi kekurangan dalam pengobatan antiretroviral yang menyelamatkan nyawa, misalnya, yang digunakan untuk mengobati orang yang hidup dengan HIV.

Meg Doherty, direktur program global HIV, hepatitis, dan infeksi menular seksual (IMS) di WHO, mengatakan upaya sedang dilakukan untuk mengoordinasikan pembagian pasokan obat-obatan penting antarnegara.

Namun, ia mengatakan diperlukan solusi yang lebih baik dan berjangka panjang: "Kami telah mencari dukungan dari satu negara ke negara lain untuk berbagi, tetapi ini merupakan pendekatan jangka pendek."***

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: BBC

Tags

Rekomendasi

Terkini

X