KLIK SAJA - Presiden AS Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang mencegah wanita transgender berkompetisi dalam kategori olahraga wanita.
Perintah tersebut memberikan panduan, peraturan dan interpretasi hukum, dan akan meminta Departemen Pendidikan untuk menyelidiki sekolah menengah yang dianggap tidak patuh.
Partai Republik mengatakan undang-undang itu mengembalikan keadilan dalam bidang olahraga, tetapi organisasi advokasi LGBT dan hak asasi manusia menggambarkan langkah itu sebagai diskriminatif.
Baca Juga: Keras dan Tegas! Donald Trump Hapus Data Medis Kaum LGBT di AS
Perintah tersebut, yang berlaku segera, sebagian besar mencakup sekolah menengah, universitas, dan klub olahraga.
Sejumlah badan pengurus olahraga, termasuk renang, atletik, dan golf, telah melarang wanita transgender berkompetisi dalam kategori wanita di tingkat elit jika mereka telah melewati masa pubertas pria.
Menurut pejabat Gedung Putih yang memberikan penjelasan kepada wartawan pada Rabu (5/2), perintah terbaru ini memberi wewenang kepada Departemen Pendidikan untuk menyelidiki bagaimana sekolah menerapkan undang-undang AS yang melarang diskriminasi jenis kelamin dalam program pendidikan yang didanai pemerintah federal.
Seorang pejabat pemerintah mengatakan bahwa perintah eksekutif tersebut akan membalikkan posisi pemerintahan Biden yang pada bulan April tahun lalu mengatakan bahwa siswa LGBT akan dilindungi oleh hukum federal, meskipun tidak memberikan panduan khusus tentang atlet transgender.
Selain itu, Gedung Putih berencana untuk mendatangkan badan-badan olahraga seperti National Collegiate Athletics Association, atau NCAA untuk datang ke Gedung Putih guna bertemu dengan atlet wanita dan orang tua mereka guna membahas berbagai masalah.
Pejabat yang membahas perintah tersebut mengatakan, AS akan melakukan apa saja untuk mencegah atlet transgender bertanding melawan atlet wanita dalam kompetisi Komite Olimpiade Internasional yang berlangsung di tanah AS.
Presiden Trump menetapkan bahwa perintah tersebut akan mencakup Olimpiade 2028 di Los Angeles.
Baca Juga: Usulan Trump Merelokasi Warga Palestina Keluar Gaza Langgar Hukum Internasional
Pejabat Gedung Putih menggambarkan kebijakan tersebut sebagai kebijakan yang sangat populer di kalangan warga Amerika, dan penting untuk memastikan "keadilan" bagi wanita dalam bidang olahraga, serta keselamatan.
Dalam sebuah pernyataan, Presiden Kampanye Hak Asasi Manusia, Kelley Robinson, mengatakan bahwa perintah tersebut "membuat kaum muda rentan terhadap pelecehan dan diskriminasi, membuat orang semakin mempertanyakan jenis kelamin anak-anak yang tidak sesuai dengan pandangan sempit tentang bagaimana mereka seharusnya berpakaian atau berpenampilan".