KLIK SAJA - Kekhawatiran akan gempa bumi besar telah mendorong warga dan wisatawan untuk meninggalkan Santorini, pulau obyek wisata paling populer di Yunani.
Pulau ini terus dilanda apa yang digambarkan oleh para ilmuwan sebagai “serangkaian” gempa kecil pada beberapa hari terakhir.
Dengan meningkatnya kewaspadaan pihak berwenang di tengah meningkatnya kekhawatiran akan datangnya bencana alam besar.
Baca Juga: Ngeri! Seorang Gadis Remaja Tewas Diserang Hiu di Pantai Queennsland
Dikabarkan penduduk, wisatawan, dan pekerja bergegas meninggalkan pulau itu dengan menggunakan feri dan pesawat.
Pada siang hari Senin (3/2), maskapai nasional Aegean Airlines mengumumkan akan menggandakan jumlah penerbangan dari Athena ke Santorini untuk dua hari ke depan, karena agen perjalanan mengatakan tiket penerbangan baru tersebut terjual habis "dalam hitungan detik".
Lebih dari 200 gempa bawah laut mengguncang pulau itu selama akhir pekan, sebagian besar di perairan antara Santorini dan Amorgos, pulau paling timur di Cyclades, dengan sejumlah gempa bumi baru pada malam hari yang mendorong orang-orang tidur di luar atau di dalam mobil mereka.
Pada hari Senin (3/2), gempa bumi berkekuatan 4,8 skala Richter, yang terkuat sejauh ini, tercatat pada pukul 14.17 waktu setempat, dilaporkan di beberapa titik terjadi tanah longsor
Spekulasi mengenai letusan gunung berapi juga berkembang, namun para ahli menekankan bahwa gempa bumi tersebut adalah tektonik, bukan vulkanik.
Berdasarkan perintah kementerian perlindungan sipil Yunani, sekolah-sekolah di Santorini dan pulau-pulau di sekitarnya yaitu Ios, Anafi, dan Amorgos akan tetap ditutup hingga hari Jumat, sementara masyarakat diimbau sebagai tindakan pencegahan untuk menghindari bangunan terbengkalai dan berkumpul dalam jumlah besar di ruang tertutup.
Peringatan juga dikeluarkan untuk menghindari garis pantai dan pelabuhan tertentu jika gempa memicu tsunami.
Tim medis darurat terus berdatangan ke pulau itu pada hari Senin, bergabung dengan pasukan khusus, tim penyelamat, dan petugas penanganan pesawat nirawak yang telah dikirim.
Para pejabat belum mengesampingkan kemungkinan pengiriman tentara. Jika terjadi tsunami, penduduk telah diperintahkan untuk menuju ke daerah yang lebih tinggi di pedalaman, tempat para petugas penyelamat telah mendirikan area persiapan, mendirikan tenda di lapangan basket yang dekat dengan rumah sakit utama di pulau itu.