AI DeepSeek Asal China Masuk Radar Keamanan Nasional AS

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Rabu, 29 Januari 2025 | 15:09 WIB
Ilustrasi aplikasi AI Deepseek Guncang AS (RTR)
Ilustrasi aplikasi AI Deepseek Guncang AS (RTR)

KLIK SAJA - Para pejabat AS sedang mempertimbangkan penerapan keamanan nasional dari inovatif kecerdasan buatan (AI) yang tampaknya dilakukan oleh perusahaan China DeepSeek.

Menurut sekretaris pers Gedung Putih Karoline Leavitt, pengumuman itu muncul setelah ada laporan bahwa angkatan laut AS telah melarang anggotanya menggunakan aplikasi DeepSeek karena "potensi masalah keamanan dan etika".

Baca Juga: Menyibak Pesan Potret Resmi 'First Lady' Melania Trump

Sementara itu, pembuat ChatGPT, OpenAI, telah berjanji untuk bekerja sama erat dengan pemerintah AS untuk mencegah pesaing mengambil teknologinya.

Awal minggu ini, model AI DeepSeek yang dilaporkan murah tetapi canggih menyebabkan kemerosotan saham perusahaan teknologi AS karena investor berinvestasi miliaran dolar yang mereka belanjakan untuk infrastruktur AI baru.

Angkatan laut AS telah mengirimkan email kepada stafnya untuk memperingatkan mereka agar tidak menggunakan aplikasi DeepSeek karena "potensi masalah keamanan dan etika yang terkait dengan asal dan penggunaan model tersebut".

DeepSeek baru-baru ini ramai dalam perbincangan, saat para ahli AI memuji model AI terbarunya dan orang-orang mulai mengunduh chatbot-nya di toko aplikasi. 

Kenaikannya menyebabkan anjloknya saham teknologi AS, yang sebagian besar telah pulih.

Tampaknya industri AI Amerika terguncang oleh terobosan yang tampak jelas, terutama karena pandangan yang berlaku bahwa AS jauh di depan dalam persaingan itu. 

Serangkaian perdagangan perdagangan yang melarang akses China ke chip kelas atas diyakini telah memperkuat hal ini.

Baca Juga: Perusahaan AI DeepSeek Asal China Guncang AS, Trump Peringatkan Industri Teknologi

Meskipun Tiongkok telah meningkatkan investasi dalam teknologi canggih untuk mendiversifikasi ekonominya, DeepSeek bukanlah salah satu perusahaan besar Tiongkok yang telah mengembangkan model AI untuk menyaingi ChatGPT buatan AS.

Ketika DeepSeek menggemparkan pasar minggu ini, Presiden Trump menggambarkannya sebagai "peringatan keras" bagi industri teknologi AS, sambil mengisyaratkan bahwa hal itu pada akhirnya dapat terbukti menjadi pertanda "positif".***

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: BBC

Tags

Rekomendasi

Terkini

X