Di sisi lain, AfD juga pernah berencana untuk melakukan deportasi massal jutaan migran, termasuk warga yang berlatar belakang migrasi yang sudah menjadi warga negara Jerman.
Kelompok jurnalis investigatif di Jerman, Correctiv mengungkap hal ini dengan menyebut partai AfD melakukan pertemuan tertutup dengan kelompok Neo Nazi di sebuah hotel, pada Januari 2024 lalu.
Kekacauan di Jerman Gegara Rencana Deportasi Massal Neo Nazi
Dilansir dari The Guardian dalam artikel berbeda yang tayang pada Januari 2024, pertemuan AfD dengan kelompok Neo Nazi itu membahas terkait 'remigrasi', maksudnya pemulangan "migran ke tempat asal mereka.
Baca Juga: Seram dan Mengancam! Ini Dia Potret Resmi Kepresidenan Donald Trump Yang Kontroversial dan Tak Lazim
"Remigrasi sebenarnya istilah dalam ilmu sosial yang berarti kembalinya imigran ke negara asalnya," kata salah satu jurnalis Correctiv yang tidak disebutkan namanya.
Menurut Correctiv, undangan pertemuan tertutup antara AfD dengan Neo Nazi itu menyebutkan agenda pembahasan sebuah konsep rencana remigrasi sebagai agenda politik.
Para migran yang memiliki izin tinggal, dan juga para migran dan keturunannya yang sudah menjadi warga negara Jerman, harus dideportasi ke negara asalnya apabila dinilai 'tidak beradaptasi dengan masyarakat mayoritas Jerman'.
Sebuah rencana yang memicu aksi demo yang diikuti puluhan ribu warga Jerman pada 16 Januari 2024 lalu.
Salah satu kelompok yang beraksi yakni aliansi 'Hand in Hand' yang menyerukan unjuk rasa melawan partai AfD dan kelompok Neo Nazi.
"Melarang AfD dan mencabut hak-hak dasar anggota terkemuka di Jerman merupakan beberapa tindakan yang diserukan oleh para pengunjuk rasa dan politisi," tulis The Guardian terkait aksi tersebut.
Selain rencana deportasi massal, kelompok Neo Nazi juga dianggap meresahkan bagi warga Jerman karena telah melakukan serangan teror.
Mendagri Jerman: Teror dari Kelompok Neo Nazi Sangat Memalukan
Dalam kesempatan berbeda, Menteri Dalam Negeri Jerman, Nancy Faeser menuturkan pihaknya menyetujui rancangan undang-undang untuk mendirikan yayasan di Berlin terkait serangan teror Neo Nazi.
Artikel Terkait
Sadis! Seorang Pelajar Slovakia Lakukan Serangan Pisau di Sekolah, Tewaskan Guru dan Siswa Lainnya
11 WNI di Jepang Ditangkap Kepolisian Isesaki Atas Tuduhan Pembunuhan Sesama Warga Indonesia dan Pelanggaran Imigrasi
Masih Belum Terima, PM Benjamin Netanyahu Tunda Voting Kesepakatan Gencatan Senjata
Israel Bombardir Gaza di Tengah Kesepakatan Gencatan dengan Hamas, 80 Orang Dikabarkan Meninggal Dunia
Teori Penyebab Kebakaran Los Angeles, Mulai dari Petir hingga Sisa Api Tahun Baru