Seram dan Mengancam! Ini Dia Potret Resmi Kepresidenan Donald Trump Yang Kontroversial dan Tak Lazim

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 18 Januari 2025 | 05:29 WIB
Foto resmi Kepresidenan Donald Trump dan wakil presiden JD Vance (EPA)
Foto resmi Kepresidenan Donald Trump dan wakil presiden JD Vance (EPA)

KLIK SAJA - Serius, Seram, menakutkan dan mengancam

Itulah beberapa deskripsi potret resmi kepresidenan AS terbaru Donald Trump, yang diambil oleh kepala fotografernya, Daniel Torok dan dirilis pada Jumat (17/1).

Dalam foto tersebut, presiden terpilih itu menunjukkan ekspresi tegas, dengan mata menyipit.

Tim transisi Trump membagikan dan merilis potret resmi presiden terpilih dan wakil presiden terpilihnya, JD Vance, sebelum pelantikan mereka minggu depan.

Baca Juga: Nekat! Seorang Pria di Jerman Bergelantungan Pada Bagian Luar Kereta Super Cepat, Karena Mengelak Bayar Tiket

Tampak pose Trump yang agak tidak biasa tentu saja berusaha untuk menampilkan "pria tangguh".

Dia menyipitkan satu matanya dengan mengancam dan ekspresi muram dan menantang di wajahnya.

Bisa dikatakan pose ini sangat tidak lazim dibandingkan dengan presiden-presiden sebelumnya, bahkan dengan pemimpin dunia lainnya.

Pose ini dikatakan oleh banyak pihak memang sangat kontroversial, seolah memberi pesan kepada seluruh dunia, agar berhati-hati dengan Amerika Serikat

Posenya sangat mirip dengan foto buronannya yang terkenal dari tahun 2023.

Foto tersebut tampaknya menggunakan pencahayaan secara dramatis yang menerangi presiden terpilih dari bawah dan membuat matanya menonjol.

Apa Kata Fotografer Dunia

Penataan pencahayaan memberikan kesan "mengerikan" pada gambar yang sering terlihat dalam film horor, kata Eliska Sky, seorang fotografer potret di London Institute of Photography.

Bahkan Ia membandingkan penggambaran Trump dengan seorang petinju sebelum bertanding.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: The Guardian, BBC

Tags

Rekomendasi

Terkini

X