India Tengah Siapkan Festival Hindu Kumbh Mela, Pertemuan Keagamaan Terbesar Umat Manusia

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Senin, 13 Januari 2025 | 08:57 WIB
Berbagai kegiatan festival Kumbh Mela di sungai Gangga (tangkapan layar X)
Berbagai kegiatan festival Kumbh Mela di sungai Gangga (tangkapan layar X)

KLIK SAJA - Pihak berwenang di India berpacu dengan waktu untuk mempersiapkan kota Prayagraj untuk menjadi tuan rumah festival Hindu Kumbh Mela yang akan dimulai pada pertengahan Januari hingga akhir Februari 2024.

Festival ini digambarkan sebagai pertemuan terbesar umat manusia.

Sekitar 400 juta peziarah diperkirakan akan menghadiri tontonan selama 45 hari tersebut, yang begitu besarnya sehingga dapat dilihat dari luar angkasa.

Acara ini  diadakan setiap 12 tahun sekali selama enam minggu berikutnya, umat beriman akan mandi di Sangam,  pertemuan sungai Gangga paling suci di India dengan sungai Yamuna dan dewi mistis Saraswati.

Baca Juga: 6 Orang Tewas, Puluhan Terluka Dalam Kerumunan Festival Keagamaan di Kuil Terkaya India

Hari pemandian besar pertama akan menyaksikan para lelaki suci Hindu telanjang berlumuran abu dengan rambut gimbal kusut, yang dikenal sebagai Naga sadhu, berenang di kota India utara tersebut saat fajar.

Umat ​​Hindu percaya bahwa berenang di sungai suci akan membersihkan dosa-dosa mereka, memurnikan jiwa mereka, dan membebaskan mereka dari siklus kelahiran dan kematian, karena tujuan akhir agama Hindu adalah keselamatan.

Pada hari Senin, lima hingga delapan juta jamaah diperkirakan mandi sementara pada hari berikutnya, jumlahnya diperkirakan akan melebihi 20 juta.

Untuk menampung para peziarah dan wisatawan, sebuah kota tenda yang luasnya mencapai 4.000 hektar telah didirikan di tepi sungai.

Beberapa kamp yang didirikan oleh orang-orang suci dan jamaah lainnya tidak memiliki air dan pasokan listrik yang terputus-putus.

Baca Juga: Sulitnya Berjalan Kaki di Kota-Kota India, Mirip-Mirip Seperti Indonesia

Festival ini, yang berakhir pada tanggal 26 Februari, dan telah diakui sebagai Warisan Takbenda Kemanusiaan oleh badan Perserikatan Bangsa-Bangsa Unesco.

Asal usulnya berakar pada cerita mitologi tentang pertarungan antara para dewa dan setan memperebutkan Kumbh (kendi) berisi nektar yang muncul saat lautan bergolak.

Saat kedua belah pihak berebut ramuan ajaib yang menjanjikan keabadian, beberapa tetesnya tumpah dan jatuh di empat kota - Prayagraj, Haridwar, Ujjain dan Nasik.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: BBC

Tags

Rekomendasi

Terkini

Terpopuler

X