Dua Anak Palestina Tewas Akibat Serangan Drone Israel

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Jumat, 10 Januari 2025 | 08:22 WIB
Lokasi tempat dimana drone Israel menyerang anak-anak Palestina (Reuters)
Lokasi tempat dimana drone Israel menyerang anak-anak Palestina (Reuters)

KLIK SAJA - Dua anak termasuk di antara tiga warga Palestina dari keluarga besar yang sama yang tewas dalam serangan pesawat drone tak berawak Israel di Tepi Barat yang diduduki pada hari Rabu (8/1), kata pejabat Palestina.

Gubernur Tubas mengatakan serangan di kota Tammun menewaskan Adam Besharat, 23 tahun, dan sepupunya Hamza Besharat, 10 tahun, dan Reda Besharat, 8 tahun.

Militer Israel awalnya mengatakan telah "menyerang sel teroris" di Tammun.

Kemudian dikatakan bahwa insiden tersebut "sedang ditinjau" karena "berbagai laporan mengenai hasil serangan".

Baca Juga: Militer Israel Batasi Liputan Media, Untuk Tutupi Kejahatan Perang di Gaza

Kementerian luar negeri Otoritas Palestina yang berpusat di Tepi Barat mengutuk serangan itu sebagai "kejahatan keji".

Ia menyebut insiden tersebut sebagai "reproduksi jelas pelanggaran yang dilakukan oleh pemerintah Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza", di mana Israel sedang berperang, dan "pelanggaran mencolok terhadap hukum internasional".

Serangan yang menewaskan Adam, Hamza dan Reda Besharat terjadi saat pasukan Israel menyerbu beberapa rumah di Tammun, kata wali kota kota itu kepada kantor berita resmi Palestina Wafa.

Gubernur Tubas, Ahmed Asaad, dan ibu Adam, Abla Besharat, mengatakan kedua sepupu itu sedang duduk bercengkerama di depan sebuah rumah ketika mereka menjadi sasaran pesawat tak berawak.

"Saya mendengar suara ledakan dan menemukan anak saya di sini," kesaksian Nyonya Besharat, sang ibu sang kehilangan ketiga anaknya.

Baca Juga: Genosida Berlanjut di Gaza Utara dan Selatan, 70 Orang Tewas Dalam Semalam Termasuk Anak-Anak Imbas Serangan Israel

"Mereka (pasukan Israel) tidak mengizinkan saya mendekatinya. Satu regu besar datang, memaksa kami masuk ke dalam, dan menyita ponsel kami. Mereka tidak mengizinkan saya menemuinya. Mereka masuk ke dalam, mengambil selimut dari rumah, membungkusnya, dan membawanya pergi" tambahnya.

Pada hari Selasa, militer Israel mengatakan telah menewaskan dua anggota "sel teroris bersenjata" yang menembaki pasukan yang melakukan penyerbuan di desa tersebut.

Kementerian kesehatan Palestina mengatakan dua pria, berusia 18 dan 24 tahun, tewas.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: BBC

Tags

Rekomendasi

Terkini

X