Militer Israel Batasi Liputan Media, Untuk Tutupi Kejahatan Perang di Gaza

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Kamis, 9 Januari 2025 | 17:04 WIB
Para wartawan perang di Palestina dihalang-halangi oleh militer Israeliter  (the independent)
Para wartawan perang di Palestina dihalang-halangi oleh militer Israeliter (the independent)

KLIK SAJA - Militer Israel telah memberlakukan pembatasan baru pada liputan media terhadap tentara yang sedang bertugas tempur aktif.

Hal ini dikarenakan meningkatnya kekhawatiran tentang risiko tindakan hukum terhadap prajurit cadangan yang bepergian ke luar negeri atas tuduhan keterlibatan dalam kejahatan perang di Gaza.

Langkah itu diambil setelah seorang prajurit cadangan Israel yang sedang berlibur di Brasil tiba-tiba harus berurusan dengan hukum, setelah ia didakwa melakukan kejahatan perang oleh pihak Pro Palestina di sana.

Baca Juga: Genosida Berlanjut di Gaza Utara dan Selatan, 70 Orang Tewas Dalam Semalam Termasuk Anak-Anak Imbas Serangan Israel

Hakim Brasil memerintahkan polisi federal untuk membuka penyelidikan menyusul tuduhan dari kelompok pro-Palestina bahwa ia telah melakukan kejahatan perang saat bertugas di Gaza.

Berdasarkan aturan baru tersebut, media yang mewawancarai prajurit berpangkat kolonel ke bawah tidak akan diperbolehkan menampilkan nama lengkap atau wajah mereka.

Serupa dengan aturan yang sudah berlaku bagi pilot dan anggota unit pasukan khusus, kata Letnan Kolonel Nadav Shoshani, juru bicara militer Israel, kepada wartawan.

Orang yang diwawancarai tidak boleh terkait dengan peristiwa pertempuran tertentu yang mereka ikuti.

Para pasukan Israel pun diberi wewenang penuh untuk menghalangi jurnalis untuk meliput, jika para juru berita tersebut terindikasi pro Palestina atau aktivis anti-Israel.

Baca Juga: Waduh! AS Berencana Kirim Senjata Senilai 129 Trilliun Rupiah Ke Israel

“Ini adalah pedoman baru kami untuk melindungi tentara kami dan memastikan mereka aman dari jenis insiden yang dilakukan oleh aktivis anti-Israel di seluruh dunia,” ujar Shoshani.

Ia mengatakan bahwa berdasarkan peraturan militer yang berlaku, tentara tidak diperbolehkan mengunggah video dan gambar lain dari zona perang di media sosial

“meskipun itu tidak pernah sempurna dan kami memiliki pasukan yang besar” ujarnya.

Ia juga mengatakan bahwa ada peraturan dan pedoman  bagi tentara yang bepergian ke luar negeri.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: The Guardian

Tags

Rekomendasi

Terkini

X