Israel Tahan Direktur RS Gaza, Warga Palestina Darurat Layanan Kesehatan

photo author
Satria Widiatiaga, Klik Saja
- Sabtu, 4 Januari 2025 | 05:05 WIB
Direktur RS Gaza saat masih belum ditahan (Reuters)
Direktur RS Gaza saat masih belum ditahan (Reuters)

KLIK SAJA - Israel telah mengonfirmasi pihaknya menahan direktur rumah sakit Gaza, Dr. Hussam Abu Safiya setelah sebelumnya mengatakan kepada sebuah LSM lokal bahwa pihaknya tidak mengetahui kasusnya, sehingga menimbulkan kekhawatiran mengenai kesejahteraannya.

Pernyataan Pasukan Pertahanan Israel (IDF) mengatakan dia saat ini sedang diselidiki oleh pasukan keamanan Israel secara langsung.

Pernyataan tersebut tidak memberikan penjelasan atas kebingungan tersebut, tetapi mengulangi bahwa ia dicurigai sebagai "teroris" dan "memiliki pangkat" di Hamas, kelompok bersenjata Palestina yang berperang dengan Israel di Gaza.

Baca Juga: PBB: Serangan Israel Buat Layanan Kesehatan di Gaza Hancur Total

Dr. Abu Safiya ditangkap saat militer Israel memaksa pasien dan staf medis meninggalkan rumah sakit Kamal Adwan di Gaza utara Jumat lalu, dengan tuduhan fasilitas tersebut adalah "kubu teroris Hamas".

Penahanan Direktur Rumah Sakit Gaza ini sudah jelas akan menganggu kinerja layanan kesehatan di Gaza, apalagi fasilitasnya sudah hancur lebur.

Pada hari Kamis, IDF mengatakan kepada Physicians for Human Rights Israel (PHRI) bahwa mereka tidak memiliki indikasi penangkapan atau penahanan terhadap individu yang dimaksud.

PHRI mengajukan petisi ke Mahkamah Agung Israel pada hari Kamis (02/01), menuntut agar lokasi Dr. Abu Safiya diungkapkan.

Dikatakan bahwa pengadilan telah memberi waktu seminggu kepada IDF untuk mematuhinya.

Sementara itu kepala Amnesty Agnès Callamard mengatakan otoritas Israel harus "segera mengungkapkan keberadaannya".

Baca Juga: Israel Kepung RS Kamal Adwan dan RS Indonesia di Gaza Utara, Nyaris Sudah Tak Berfungsi

Ia mengatakan Israel telah menahan "ratusan pekerja kesehatan Palestina dari Gaza tanpa dakwaan atau pengadilan" dan mengatakan mereka telah "menjadi sasaran penyiksaan dan perlakuan buruk lainnya serta ditahan tanpa akses komunikasi".

Namun, Israel membantah menganiaya tahanan.

Pada hari Sabtu, IDF mengatakan pihaknya menangkap 240 pejuang di Kamal Adwan dan mengatakan Dr. Abu Safiya termasuk di antara staf medis yang dibawa untuk diinterogasi.

Halaman:
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Editor: Satria Widiatiaga

Sumber: BBC

Tags

Rekomendasi

Terkini

X